Amrin (Don Bograd) bersama kawan-kawannya keranjingan sepatu roda. Boleh di bilang ke mana pun pergi mereka bersepatu roda. Mereka juga berlatih untuk sebuah pertandingan. Untuk itu jagoan mereka Amrin harus ikut. Maka Amrin menambah porsi latihannya pada malam hari. Akibatnya, dua hari ia terlambat masuk sekolah, dan karena pintu sekolah dikunci, ia terpaksa membolos. Gurunya mengadu pada orang tua Amrin. Ayah Amrin marah besar dan membakar sepatu roda Amrin. Untung kemudian sang ayah sadar. Amrin diperbolehkan ikut pertandingan dan menjadi pemenang.[2]