PT Amman Mineral Internasional Tbk adalah sebuah perusahaan pertambangantembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini menguasai cadangan bijih sebanyak 2,174 miliar ton di Pulau Sumbawa.[3][4]
Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada bulan September 2015. Setahun kemudian, perusahaan ini mengakuisisi 82,2% saham Newmont Nusa Tenggara dengan harga US$2,6 miliar.[5] Nama dari perusahaan tersebut kemudian diubah menjadi Amman Mineral Nusa Tenggara.[6] Pada tahun 2019, melalui PT Amman Mineral Industri, perusahaan ini mengakuisisi lahan seluas 145 hektar di Benete, Sumbawa Barat untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan smelter.
Pada tahun 2020, perusahaan ini meningkatkan kepemilikan sahamnya di Amman Mineral Nusa Tenggara menjadi 99,99%. Pada tahun 2021, melalui Amman Mineral Industri, perusahaan ini meneken kontrak EPC untuk pembangunan smelter di Benete. Pada tahun 2022, perusahaan ini mulai mengoperasikan PLTS berkapasitas 26,8 MWp.[3][4] Pada bulan Juli 2023, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[7] Pada tahun 2024, Presiden Joko Widodo meresmikan smelter yang dioperasikan oleh Amman Mineral Industri.[8]
Referensi
↑"Dewan Direksi". PT Amman Mineral Internasional Tbk. Diakses tanggal 15 November 2024.
↑"Dewan Komisaris". PT Amman Mineral Internasional Tbk. Diakses tanggal 15 November 2024.