Setelah lulus, Amira mulai menjadi dokter umum dengan penempatan di puskesmas pelosok Kabupaten Fakfak pada tahun 2013-2015. Di sana, ia menjalani peran sebagai dokter kandungan di salah satu rumah sakit umum daerah Fakfak. Ia memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk memeriksa pasien hamil hingga melakukan tindakan operasi. Selain itu, ia juga berperan sebagai ketua tim program Gerakan Jemput Bola. Gerakan ini adalah kegiatan sukarela yang melibatkan para perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Setiap akhir pekan, ia dan timn mendatangi rumah para warga di kampung-kampung terpencil di Kabupaten Fakfak yang sulit mendapatkan akses fasilitas kesehatan.[3]
Amira juga aktif membagikan konten edukatif mengenai kesehatan reproduksi dan kehamilan kepada masyarakat, terutama perempuan melalui media sosial. Selain itu, ia juga aktif berbagi cerita mengenai penyakit yang diderita oleh para pasiennya agar dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada audiens.[4]