Amenore laktasi, juga disebut infertilitas postpartum, adalah ketidakmampuan sementara untuk hamil yang terjadi setelah menyusui penuh setelah melahirkan.[5] Metode ini efektif selama kurang lebih 6 bulan selama tidak terjadi haid, yang didefinisikan sebagai haid selama 2 hari atau lebih yang terjadi setelah 56 hari pasca persalinan.[5][3][1] Dengan penggunaan sempurna, kehamilan terjadi pada kurang dari 2 persen; sedangkan dengan penggunaan tipikal, angkanya sekitar 2 peren hingga 7,5 persen,[1][6][3] Pada mereka yang bekerja atau bersekolah, angka kehamilan sekitar 5% persen.[1]
Keefektifan berkurang jika menggunakan susu formula atau pompa ASI.[3] Menstruasi mungkin datang kembali lebih cepat pada wanita yang obesitas; meskipun demikian, metode ini dapat digunakan dalam kondisi lain.[7]
Metode ini pertama kali didefinisikan secara jelas pada tahun 1988.[1] Meskipun secara umumnya mudah dan gratis dilakukan, setidaknya tindakan menyusui harus dilakukan setiap 4 jam pada siang hari dan 6 jam pada malam hari.[8][9] Penggunaan metoda ini, yang disengaja relatif jarang terjadi, dengan penggunaan sebagai bentuk pengendalian kelahiran di kalangan wanita usia reproduksi kurang dari 0,8% pada tahun 2019.[2][10]
Sebagian orang memilih metode ini karena keyakinan agama.[1]
Referensi
123456789Labbok, MH (December 2015). "Postpartum Sexuality and the Lactational Amenorrhea Method for Contraception". Clinical obstetrics and gynecology. 58 (4): 915–27. doi:10.1097/GRF.0000000000000154. PMID26457855.
12Sridhar, A; Salcedo, J (2017). "Optimizing maternal and neonatal outcomes with postpartum contraception: impact on breastfeeding and birth spacing". Maternal health, neonatology and perinatology. 3: 1. doi:10.1186/s40748-016-0040-y. PMID28101373. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
123Vekemans, M (June 1997). "Postpartum contraception: the lactational amenorrhea method". The European journal of contraception & reproductive health care: the official journal of the European Society of Contraception. 2 (2): 105–11. doi:10.3109/13625189709167463. PMID9678098.
↑Belail Hammad, WA; Gupta, N; Konje, JC (December 2023). "An overview of contraception in women with obesity". Best practice & research. Clinical obstetrics & gynaecology. 91: 102408. doi:10.1016/j.bpobgyn.2023.102408. PMID37683520.