Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya.(November 2025)
Amebosit adalah sel primitif yang bergerak seperti amuba dan ditemukan pada hewan seperti spons, moluska, dan bintang laut. Sel ini ditemukan dalam jaringan atau cairan tubuh hewan invertebrata (hewan tak bertulang belakang). Selain itu, amebosit juga dikenal sebagai sel berbentuk ameboid yang berperan dalam berbagai fungsi fisiologis, seperti pertahanan tubuh dan distribusi zat dalam organisme tersebut.[1]
Beberapa sel amebosit ini di ikat oleh jaringan mesohil yang berbentuk seperti matriks agar-agar dalam spons[2], mesohil ini terdiri dari dua lapis tipis sel yang berperan penting sebagai sel dari bagian porifera atau spons laut[3]. oleh karena itu amebosit menjadi penyokong peran penting bagi keberlangsungan hidup porifera.
beberapa fungsi amebosit terhadap keberlangsungan hidup porifera ialah menangkap sekaligus mencerna partikel makanan kecil secara intraseluler, sebagai transportasi pendistribusi hasil pencernaan ke seluruh tubuh, sebagai respon imun yang berperan sebagai pertahanan tubuh terhadap patogen dan sebagai pemelihara jaringan membentuk ulang kerangka tubuh yang rusak juga mengankut bahan-bahan didalam tubuh.
Amebosit juga berguna dalam kehidupan sehari hari seperti dalam industri farmasi lebih dikenal dengan lisat amebosit dari limulis polyphemus yang dapat digunakan untuk mendeteksi endotoksin bakteri dalam pengujian sterilitas perangkat medis dan obat-obatan, dalam penelitian amebosit digunakan untuk menguji dan mendeteksi kehadiran endotoksin dikatenakan sensitivitasnya yang tinggi.[4]
Hasil penelitian
Lisat Amebosit Terliofilisasi atau Tachypleus Amebocyte Lysate (TAL) merupakan produk biologis yang diperoleh dari lisat sel darah organisme laut, khususnya kepiting tapal kuda (horseshoe crab). Produk ini dibuat melalui proses pengeringan beku (terliofilisasi) dari sel amebosit yang telah mengalami lisis. TAL mengandung enzim koagulasen yang akan bereaksi apabila terdapat jejak endotoksin bakteri atau β-(1,3)-glukan dari jamur. Reaksi tersebut memungkinkan deteksi yang cepat dan akurat terhadap keberadaan kontaminan mikroba dalam suatu sampel biologis.
Amebosit yang digunakan dalam pembuatan TAL diekstraksi dari darah biru kepiting tapal kuda jenis Tachypleus tridentatus yang banyak ditemukan di wilayah pesisir Fujian, Tiongkok. Secara global, produk lisat amebosit digunakan secara luas dalam bidang farmasi, penelitian klinis, dan ilmu biomedis untuk mendeteksi endotoksin bakteri dan glukan jamur.
Secara umum, lisat amebosit terliofilisasi dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan spesies sumbernya, yaitu:
Limulus Amebocyte Lysate (LAL) – berasal dari kepiting tapal kuda Atlantik (Limulus polyphemus).
Tachypleus Amebocyte Lysate (TAL) – berasal dari kepiting tapal kuda Asia (Tachypleus tridentatus).
Dalam United States Pharmacopeia/National Formulary (USP/NF) versi terbaru, pengujian ini dikenal sebagai Bacterial Endotoxins Test (BET), yaitu metode untuk mendeteksi atau mengukur endotoksin dari bakteri Gram-negatif dengan menggunakan lisat amebosit kepiting tapal kuda (Limulus polyphemus atau Tachypleus tridentatus). Salah satu produsen terkemuka TAL di Tiongkok adalah Xiamen Bioendo Technology, yang telah memproduksi lisat amebosit Tachypleus sejak tahun 1978.[5]