Struktur gereja lama tempat Madtha mengabdi untuk menjalankan misa.
Ambrose Madtha lahir di Belthangady, pada 2 November 1955 dari pasangan Joseph Madtha dan Mary Madtha. Joseph Madtha (sekitar 1917 - 28 Januari 2007), putra dari pasangan David Madtha dan Angeline Madtha merupakan sosk rendah hati dan relijius, Ia hidup dengan istrinya Mary Madtha[1] di dekat Gereja Penebus Mahakudus, Belthangady. Ia bersekolah di Sekolah Dasar Tinggi Gereja, Belthangady yang berada di dekat rumahnya.
Ia masuk penugasan diplomatik pada Juni 1990 dan mengabdi di nunsiatur-nunsiatur apostolik di Ghana, El Salvador, Georgia, Albania dan Republik Tiongkok (Taiwan).[3] Madtha ditahbiskan menjadi uskup agung pada 27 Juli 2008, dua bulan setelah pelantikannya. Sekitar 4.000 orang menghadiri upacara di Katedral Santo Yosef, Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh, yang berjarak 500 kilometer dari tenggara New Delhi. Mereka meliputi delegasi 12 anggota dari Taiwan, tempat Madtha sebelumnya bertugas sebagai Chargé d'affaires di Nunsiatur Apostolik untuk Tiongkok yang berbasis di Taipei.
Pada 8 Mei 2008, Madtha diangkat menjadi Nunsius Apostolik untuk Pantai Gading.[4] Pada 27 Juli 2008, ia ditahbiskan menjadi uskup oleh KardinalJean-Louis Tauran, presiden Dewan Kepausan utnuk Dialog Antar-Agama didampingi oleh Uskup Agung Albert D'Souza dari Agra dan Uskup Gerald J. Mathias dari Lucknow. Lebih dari 15 uskup dari India dan luar negeri menghadiri upacara tersebut dengan 300 imam dan 600 biarawati. Pada kesempatan tersebut, Madtha berterima kasih kepada oprang-orang dalam bahasa-bahasa Hindi, Inggris, Prancis dan Tionghoa. Madtha juga dapat bertutur dalam bahasa-bahasa Albania, Jerman, Italia, Kannada, Konkani, Rusia dan Spanyol.[3]