Pemikiran filsafat agama Plantinga berpusat pada epistemologi dari kepercayaan religius.[1] Plantinga menyatakan bahwa kepercayaan terhadap Allah dapat menjadi rasional walaupun tidak didukung dengan argumentasi dari teologi alam (natural theology).[1][2] Pemikiran tersebut dikembangkan melalui serangkaian artikel yang dipublikasikan selama dekade 1980-an.[1] Intinya, Plantinga menyatakan bahwa kepercayaan akan Tuhan telah ada di setiap manusia secara mendasar, dan dibuktikan dengan pengalaman.[1] Di sini, Plantinga memakai pemikiran dari berbagai teolog seperti Calvin, Bavinck, dan Barth.[1]
Referensi
12345678(Inggris)James F. Sennett. 1999. "Plantinga, Alvin". In The Cambridge Dictionary of Philosophy. Robert Audi, ed. 708-709. London: Cambridge University Press.
↑(Inggris)Ted Honderich, ed. 1995. The Oxford Companion to Philosophy. New York: Oxford University Press. P. 683.