Pada September 2007, Tangsiri berkata bahwa Amerika Serikat "bertikai dengan kami, kami akan mengejar mereka bahkan sampai Teluk Meksiko."[4]
Pada 2013, ia berkata, “Israel itu Yahudi dan Amerika itu Kristen. Al-Qur'an kami menekankan bahwa mereka bukanlah teman kami.”[5]
Pada Januari 2016, usai Iran menagan 10 pelaut AS dalam insiden angkatan laut Amerika Serikat–Iran 2016 kala mereka mengalami kegagalan mesir dan masuk perairan Iran, Tangsiri menyebutnya sebagai "pasukan AS yang menyerah kepada Iran."[4] Pada 23 Agustus 2018, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei mempromosikan Tangsiri menjadi komandan IRGCN.[3]
Pada November 2021, Tangsiri berkata bahwa Amerika Serikat "bakal menyadari keunggulan Republik Islam di laut."[6] Pada Februari 2025, ia menghadirkan kapal induk kendaraan nirawak pertama Iran, sebuah kapal komersial yang telah dirombak, yang ia sebut “proyek militer angkatan laut terbesar” dalam sejarah Iran.[7] Pada Maret 2025, Tangsiri memperingkatkan bahwa "Jika musuh membuat kesalahan, kami akan mengirim mereka ke kedalaman neraka," setelah Presiden AS Donald Trump menulis kepada pemimpin tertinggi Iran Khamenei yang membujuk Iran untuk membuat perjanjian nuklir dengan AS atau menghadapi tindakan militer lainnya.[8]
Pada 26 Maret 2026, media Israel melaporkan kematian Tangsiri.[12] Namun, kabar tersebut tak dikonfirmasi oleh otoritas Iran atau sumber-sumber independen dan sehingga masih belum terverifikasi.
↑Magen, Ze'ev (2023). Reading revolutionary Iran: the worldview of the Islamic republic's religio-political elite. Studies on Modern Orient. Berlin, Boston: De Gruyter. hlm.629. ISBN978-3-11-101810-2.
↑"Ali Reza Tangsiri". Counter Extremism Project (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-12.