Alicella gigantea merupakan amphipoda laut dalam berukuran sangat besar, sering digolongkan sebagai “amphipoda superraksasa” karena dapat tumbuh hingga sekitar 34 cm panjangnya. Spesies ini merupakan satu-satunya anggota genus Alicella dan diketahui menghuni perairan sangat dalam pada kisaran kedalaman 4.850–7.000 meter. Warna tubuhnya putih, dan identifikasinya dibedakan dari amphipoda laut dalam lain terutama melalui ciri anatomi halus, selain ukuran tubuh yang jauh lebih besar pada individu tertentu. Dimensinya yang luar biasa sering dijadikan contoh fenomena gigantisme di lingkungan jurang laut, meskipun sifat tersebut masih diteliti lebih lanjut. Analisis genetik menunjukkan bahwa spesies ini memiliki ukuran genom yang sangat besar, yang diduga berkaitan dengan proporsi tubuhnya yang tidak biasa.
Deskripsi
Karena cahaya merah cepat hilang saat menembus kolom air, sebagian besar amphipoda menampilkan warna merah atau oranye sebagai bentuk kamuflase di lingkungan laut dalam. Berbeda dari pola umum tersebut, Alicella gigantea memiliki warna tubuh yang hampir seluruhnya putih, yang kemungkinan mencerminkan minimnya tekanan pemangsaan terhadap spesies ini. Dimorfisme seksual pada organisme ini sangat terbatas, dengan perbedaan kecil yang hanya terlihat pada bentuk dan ukuran segmen antena antara jantan dan betina.[2]
Spesies ini dapat dikenali dari ciri khas yang membedakannya dari anggota Alicellidae lainnya, yaitu perpaduan antara gnathopoda pertama yang memiliki struktur sederhana serta urosomit pertama yang menampilkan tonjolan berbentuk membulat.[3]
Tangkai antena kedua, yang terdiri atas tiga segmen awal, berukuran relatif pendek, dengan segmen pertamanya tampak sangat menggelembung. Struktur mulut tersusun dalam formasi persegi, dengan labrum dan epistom yang tumpul serta tidak menonjol. Ujung tombak pada rahang bawah memiliki tepi lurus dengan sejumlah gigi kecil di bagian sudut dalam, disertai satu gigi tengah, dan tidak memiliki struktur penyapu. Pedipalp pada rahang bawah menempel pada bagian anterior gigi geraham, sementara gigi geraham itu sendiri berukuran cukup besar, sederhana, dan tertutup rambut halus. Rahang atas pertama memiliki pelat bagian dalam yang dipenuhi setae di sepanjang tepi dalam, sedangkan pelengkap tambahannya berukuran besar dan memiliki dua ruas. Pada rahang atas kedua, terdapat deretan setae di sisi medial, dan baik pelat dalam maupun luar berkembang dengan kuat. Pedipalp pada rahang atas kedua lebih panjang dibandingkan pelat luarnya.[4]