ENSIKLOPEDIA
Alice Ball
| Alice Ball | |
|---|---|
| Lahir | (1892-07-24)24 Juli 1892 Seattle, Washington |
| Meninggal | 31 Desember 1916(1916-12-31) (umur 24) U.S. |
| Kewarganegaraan | American |
| Almamater | |
| Dikenal atas | Treatment of leprosy |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Chemistry |
Alice Augusta Ball (24 Juli 1892 – 31 Desember 1916) adalah seorang ahli kimia Afrika-Amerika yang mengembangkan "Metode Ball" yang digunakan sebagai pengobatan kusta pada awal abad ke-20. [1] Ia adalah wanita pertama Afrika-Amerika yang menerima gelar master dari Universitas Hawaiʻi. Ia merupakan profesor kimia wanita Afrika-Amerika pertama di universitas tersebut. [2] Ia meninggal pada usia 24 tahun dan kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan baru diakui beberapa tahun setelah kematiannya. [3]
Kehidupan awal dan pendidikan
Alice Augusta Ball lahir pada 24 Juli 1892, di Seattle Washington, dari pasangan James Presley Ball dan Laura Louise (Howard) Ball. [4] [5] Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara, dengan dua kakak laki-laki bernama William dan Robert, dan seorang adik perempuan yang bernama Addie. [6] Keluarganya termasuk kelas menengah dan kaya. Ayah Ball merupakan editor dari surat kabar The Colored Citizen, fotografer, dan pengacara. [4] [7] [5] Ibunya adalah fotografer. [4] [8] Kakeknya, James Ball Sr., seorang fotografer, dan salah satu orang Amerika kulit hitam pertama yang menggunakan daguerreotype, [9] [10] yakni teknik mencetak foto ke pelat logam. Beberapa peneliti berpendapat bahwa kecintaan orang tua dan kakeknya terhadap fotografi membuat Alice cinta terhadap kimia.[8] Walaupun tergabung sebagai anggota dan pendukung terkemuka dari komunitas Afrika-Amerika, kedua orang tua Alice tercantum sebagai "Kulit Putih" di akta kelahirannya. Hal ini mungkin usaha untuk mengurangi prasangka dan rasis yang akan dihadapi Alice sehingga membantunya "lulus" di lingkungan masyarakat kulit putih. [5] [4]
Alice Ball dan keluarganya pindah dari Seattle ke Honolulu pada tahun 1902. Ia bersekolah di Central Grammar School (sebelumnya disebut sebagai Sekolah Menengah Putri Ruth Keʻelikōlani).[11] Keluarganya pindah ke Hawaii agar cuaca yang lebih hangat bisa meringankan radang sendi kakeknya, meskipun sang kakek akhirnya meninggal tak lama setelah kepindahan itu. Pada 1905 mereka kembali ke Seattle setelah tiga tahun tinggal di sana. [12] Alice bersekolah di Seattle High School. Ia menjadi peserta aktif di klub drama sekolahnya dan dikenal karena kecerdasannya dan kepribadiannya yang ambisius. [13] Ia lulus dari sekolah ini pada tahun 1910, dan mendapat nilai tertinggi dalam bidang sains. [14] [15]
Ball kemudian mempelajari kimia di Universitas Washington, [16] [17]. Ia memperoleh gelar sarjana bidang kimia farmasi pada 1912, dan gelar sarjana kedua dalam bidang ilmu farmasi pada 1914. [18] [19] [20] Bersama Williams Dehn, ia ikut menerbitkan artikel 10 halaman, berjudul " Benzoylations in Ether Solution", di Journal of the American Chemical Society pada 1914. [18] [21] Saat itu, menerbitkan artikel di jurnal ilmiah yang disegani merupakan pencapaian yang tidak biasa bagi seorang perempuan, terutama bagi perempuan berkulit hitam. [22]
Setelah lulus, ia ditawari banyak beasiswa. Ia mendapat beasiswa dari Universitas California Berkeley, dan College of Hawaii (sekarang Universitas Hawaiʻi). Alice mengambil gelar master bidang kimia. [23] Di College of Hawaii, tesis masternya berjudul "The Chemical Constituents of Piper methysticum; or The Chemical Constituents of the Active Principle of the Ava Root" berisi tentang studi sifat kimia spesies tanaman Kava (Piper methysticum). [24] Tanaman ini digunakan pengobatan kecemasan, sakit kepala, gangguan ginjal, serta penyakit hiperaktif lainnya. [25] Karena penelitian ini dan pemahamannya tentang susunan kimia tanaman, ia didekati oleh Harry T. Hollmann, Asisten Dokter Bedah di Investigasi Kusta Dinas Kesehatan Masyarakat AS Hawaii, untuk meneliti minyak kaulmogra dan sifat kimianya yang dikandung. Minyak kaulmogra adalah pengobatan terbaik kusta selama ratusan tahun, sementara Alice mengembangkan bentuk suntikan yang jauh lebih efektif. [26] Pada 1915, ia menjadi wanita pertama dan orang Amerika kulit hitam pertama yang lulus dengan gelar master College of Hawaii. [27] Ia merupakan "ahli kimia penelitian dan instruktur" Afrika-Amerika pertama di Departemen Kimia College of Hawaii. [24]
Pengobatan penyakit kusta
Di Universitas Hawaiʻi, Alice meneliti susunan kimia dan prinsip aktif Piper methysticum (kava) untuk tesis masternya. [28] Pada saat itu, kusta, atau penyakit hansen, merupakan penyakit yang hampir tidak ada peluang sembuh. Selama 103 tahun, dari 1866-1969, lebih dari 8.000 pasien yang didiagnosis kusta diasingkan ke Pulau Molokai di Semenanjung Kalaupapa, Hawaii, agar meninggal di sana. [29] [30] Sebagian besar dari mereka adalah penduduk asli Hawaii, sementara masyarakat Haole diizinkan meninggalkan pulau tersebut dan menjalani pengobatan yang lebih luas di daratan utama. [31] Karena mereka tidak kebal, penduduk asli sangat rentan terhadap penyakit kusta. Kasus pertama muncul pada tahun 1835. [31] Pengobatan terbaik yang tersedia adalah minyak kaulmoogra, dari biji pohon Hydnocarpus wightianus yang berasal dari India. Obat ini digunakan sejak tahun 1300-an. Namun, pengobatan Barat yang dikembangkan oleh dokter Inggris Frederic John Moaut pada tahun 1854 tidak begitu efektif, [31] dan setiap metode penerapannya mempunyai masalah. Minyak tersebut terlalu lengket dan kental sehingga menyebabkan penggumpalan di bawah kulit dan membuat lepuh daripada diserap. Lepuh-lepuh ini terbentuk dalam baris-baris sempurna dan membuatnya tampak “seolah-olah kulit pasien telah digantikan oleh plastik gelembung ”. [32] Menelan minyak tersebut juga tidak efektif karena rasanya yang asam dan sering menyebabkan muntah. [29]
Sebagai peneliti laboratorium, Alice yang saat itu berusia 23 tahun bekerja keras untuk mengembangkan pengobatan yang berhasil bagi mereka yang menderita penyakit Hansen (kusta). Penelitiannya membawanya untuk menciptakan pengobatan kusta suntik pertama menggunakan minyak dari pohon kaulmoogra. Pengobatan ini cukup berhasil dalam pengobatan Tiongkok dan India. Alice berhasil mengisolasi minyak tersebut menjadi komponen asam lemak dengan berat molekul yang berbeda sehingga memungkinkannya untuk memanipulasi minyak tersebut menjadi bentuk suntikan yang larut dalam air. Ketelitian ilmiahnya menghasilkan metode ini sangat berhasil untuk meringankan gejala kusta, yang kemudian dikenal sebagai "Metode Ball," yang digunakan pada ribuan orang yang terinfeksi selama lebih dari tiga puluh tahun hingga obat sulfon diperkenalkan. [33][34]
Alice tidak dapat menerbitkan temuan revolusionernya sebelum kematiannya pada tahun 1916. Arthur L. Dean, seorang ahli kimia dan penasihat studi pascasarjana Alice, dekan perguruan tinggi, dan kemudian presiden universitas, mengetahui rincian proses yang ia kembangkan. Setelah kematian Alice, Dean melakukan percobaan lebih lanjut dan pada tahun 1919, laboratorium kimia perguruan tinggi memproduksi ekstrak kaulmogra yang dapat disuntikkan dalam jumlah besar. [35] [36] Dean menerbitkan rincian temuannya tanpa mengakui Alice sebagai pencetusnya dan tidak memberikan penghargaan atas karyanya. Namanya tidak disebutkan dalam karya Dean yang diterbitkan mengenai ekstrak kaulmogra, sementara nama "metode Dean" ditambahkan pada penelitiannya. [36] Seorang akademisi Universitas Hawai'i, Paul Wermager, pada tahun 2004 mengutip wawancara surat kabar tahun 1921 dengan Dean, di mana ia menekankan pentingnya karya pendahulunya dalam pengembangan kutipan tersebut. Meskipun demikian, menurut Wermager, laporan Paradise of the Pacific menyebutkan nama Hollmann dan kolega lainnya, tetapi tidak menyebut Alice. [36]
Metode Ball berhasil
"Metode Ball" sangat berhasil, pasien kusta dipulangkan dari rumah sakit dan fasilitas di seluruh dunia termasuk dari Kalaupapa, fasilitas isolasi di pantai utara Molokai, Hawaii tempat ribuan orang yang menderita kusta meninggal beberapa tahun sebelumnya. Berkat Alice Ball, orang-orang yang dibuang ini sekarang dapat kembali ke keluarga mereka, bebas dari gejala kusta.[34] Pada tahun 1920, dokter Hawaii melaporkan pada Jurnal Asosiasi Medis Amerika bahwa 78 pasien telah dipulangkan dari Rumah Sakit Kalihi oleh dewan pemeriksa kesehatan setelah perawatan dengan suntikan minyak kaulmogra yang dimodifikasi oleh Alice. [37] [38] [39] Dalam Metode Ball, etil ester dari asam lemak yang mengandung minyak kaulmoogra disiapkan menjadi bentuk yang cocok untuk injeksi. Meskipun tidak menyembuhkan atau menghentikan perkembangan secara permanen, etil ester tetap menjadi satu-satunya pengobatan yang tersedia dan efektif untuk penyakit kusta hingga obat sulfonamida dikembangkan pada tahun 1940-an. [37]
Rekan Alice Ball yang bernama Hollmann, berusaha menerbitkan sebuah makalah pada tahun 1922 yang memberikan penghargaan kepada Alice, menyebut bentuk minyak yang dapat disuntikkan sebagai "metode Ball" di seluruh artikelnya. [40] [41] Hollmann membahas teknik yang dikembangkan di tempat lain dan melaporkan kemajuan dalam perawatan kusta terkait.
Sayangnya Alice Ball sempat terlupakan dalam catatan ilmiah dan sejarah. [42] Pada 1970-an, Kathryn Takara dan Stanley Ali, profesor Universitas Hawaiʻi, menemukan catatan penelitian Ball. Mereka berusaha prestasi Alice Ball diakui. Pada 1990-an, Ali menemukan The Samaritans of Molokai, sebuah buku di tahun 1932 yang secara khusus menyebutkan dan mengakui kontribusi seorang ahli kimia muda, yang kemudian diidentifikasi sebagai Alice Ball. [43]
Kematian dan pengakuan
Tragisnya, Alice Ball meninggal setelah mengalami komplikasi akibat menghirup gas klorin dalam kecelakaan saat mengajar di laboratorium. Selama hidupnya yang singkat, ia tidak dapat melihat dampak penuh dari penemuannya. Terlebih lagi, setelah kematiannya, presiden College of Hawaii, Dr. Arthur Dean, melanjutkan penelitian Ball tanpa memberikan penghargaan atas penemuannya. Dean bahkan mengklaim penemuannya untuk dirinya sendiri, dengan menyebutnya "Metode Dean."[34]
Alice Ball meninggal 31 Desember 1916, usia 24 tahun. Ia sakit selama meneliti dan kembali ke Seattle untuk berobat selama beberapa bulan sebelum akhirnya meninggal. [44] Artikel Pacific Commercial Advertiser tahun 1917 menyatakan bahwa penyebabnya mungkin adalah keracunan klorin akibat paparan saat meneliti di laboratorium. [45] Surat keterangan kematiannya yang asli telah diubah dan menyebutkan bahwa ia mengidap TBC . [46]
Pengakuan pertama atas karya Ball datang enam tahun setelah kematiannya. Pada 1922, ia disebutkan dalam artikel Harry T. Hollmann, [47] dan dituliskan "Metode Ball". [48] Enam tahun setelah kematiannya, Dr. Harry T. Hollmann, asisten dokter bedah di Rumah Sakit Kalihi yang awalnya mendorong Ball untuk meneliti minyak kaulmoogra, menerbitkan sebuah makalah yang memberikan penghargaan yang pantas kepada Ball. Meskipun demikian, Ball sebagian besar terlupakan dari sejarah.[34] Adanya banyak sejarawan di Universitas Hawaiʻi seperti Kathryn Takara dan Stanley Ali, [49] Universitas Hawaiʻi menghormati Ball sehingga tahun 2000 mereka mendedikasikan sebuah plakat untuknya di satu-satunya pohon kaulmogra di sekolah tersebut di belakang Bachman Hall. [50] Pada tahun 2007, Dewan Bupati Universitas memberikan penghargaan Medal of Distinction kepada Ball, penghargaan tertinggi yang diberikan sekolah tersebut. [51]
Pada tahun 2017, Paul Wermager, seorang sarjana yang telah meneliti, menerbitkan, dan memberi kuliah tentang Ball selama bertahun-tahun di Universitas Hawaii-Mānoa, mendirikan beasiswa Alice Augusta Ball untuk mendukung mahasiswa di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam yang mengejar gelar di bidang kimia, biologi, atau mikrobiologi. Mengakui pentingnya karya Ball melalui beasiswa ini, Wermager menyatakan:[34]
"Ia tidak hanya berhasil mengatasi hambatan rasial dan gender pada masanya untuk menjadi salah satu dari sedikit wanita Afrika-Amerika yang meraih gelar master di bidang kimia, [tetapi ia] juga mengembangkan pengobatan pertama yang bermanfaat untuk penyakit kusta. Kehidupannya yang mengagumkan berakhir terlalu cepat di usia 24 tahun. Siapa tahu karya luar biasa apa lagi yang dapat ia hasilkan jika ia masih hidup."[34]
Pada Maret 2016, Majalah Hawaiʻi memasukkan Ball dalam daftar wanita paling berpengaruh sejarah Hawaii. [52] Paul Wermager mendirikan beasiswa saat 2017, yang disebut "beasiswa abadi Alice Augusta Ball" untuk mahasiswa bidang kimia, biologi, biokimia, atau mikrobiologi . [53] Pada 2018, taman baru di lingkungan Greenwood, Seattle diberi nama Ball. [54] [55] Saat 2019, London School of Hygiene and Tropical Medicine menambahkan nama Alice Ball pada dekorasi di atas gedung utamanya, bersamaan dengan Florence Nightingale dan Marie Curie. Hal ini sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka pada sains dan penelitian kesehatan global. [56] [57]
Pada bulan Februari 2020, sebuah film pendek, The Ball Method [58] ditayangkan perdana di Festival Film Pan Afrika. [59] Pada tanggal 6 November 2020, sebuah satelit yang dinamai menurut namanya ( ÑuSat 9 atau "Alice", COSPAR 2020-079A) diluncurkan ke luar angkasa. Pada tahun 2022, BEM mahasiswa di universitas tersebut juga berupaya untuk mengganti nama gedung ilmu bumi menjadi "Alice Ball Hall", yang sebelumnya bernama Dean Hall. [60]
Pada 28 Februari 2022, Gubernur Hawaii David Ige menandatangani "Hari Alice Augusta Ball" saat upacara pengakuan khusus di Universitas Hawaiʻi di Kampus Mānoa. [61] [62] [63] Upacara dilaksanakan di sebelah Bachman Hall di bawah naungan pohon kaulmogra. Pohon ini ditanam untuk menghormati Ball. Lebih dari 100 orang hadir, seperti Ibu Negara Dawn Ige dan Presiden UH David Lassner . [64] Pada Desember 2024, setelah adanya resolusi Senat Fakultas UH Mānoa, patung Alice Ball ditempatkan di Perpustakaan Hamilton . [65]
Referensi
- ↑ Jackson, Miles (2007-09-20). "Ball, Alice Augusta". Black Past. Diakses tanggal 15 May 2013.
- ↑ Brown, Jeannette (2012). African American Women Chemists. New York: Oxford University Press. hlm. 19–24. ISBN 978-0-19-974288-2.
- ↑ Croucher, John S. "Alice Augusta Ball". Women in Science: 100 Inspirational Lives. Gloucestershire UK: Amberley Publishing 2019, 32-33. ISBN 9781445684727
- 1 2 3 4 Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- 1 2 3 Wermager, Paul (2004). "Healing the sick". Dalam Jackson, Miles M.; Ikeda, Kiyoshi; et al. (ed.). They Followed the Trade Winds: African Americans in Hawai'i (PDF). Social Process in Hawai'i (dalam bahasa English). Vol. XLIII. Honolulu, Hawaii, USA: University of Hawaiʻi Press, department of sociology of the University of Hawaiʻi at Mānoa. hlm. 162–188. ISBN 9780824847326. ISSN 0737-6871. OCLC 423672598. Diakses tanggal 22 June 2021 – via ScholarSpace (Hamilton Library, University of Hawaiʻi at Mānoa). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Collins, Sibrina Nichelle (5 December 2016). Zeller Jr., Tom; Roberts, Jane; Borel, Brooke; Blum, Deborah (ed.). "Alice Augusta Ball: Chemical Drug Pioneer". Undark. Knight Science Journalism Program (Massachusetts Institute of Technology). Diarsipkan dari asli tanggal 2 March 2020. Diakses tanggal 22 June 2021.
- ↑ "Newspapers". Montana’s African American Heritage Resources.
- 1 2 Brown, Jeannette (2012). African American Women Chemists. New York: Oxford University Press. hlm. 19–24. ISBN 978-0-19-974288-2.
- ↑ Wermager, Paul; Carl, Heltzel (1 February 2007). Heltzel, Carl; Tinnesand, Michael; Kanaskie, Leona; Harris, Cornithia; Barlow, Sandra; Taylor, Terri; Isikooff, Peter (ed.). "Alice A. Ball: Young Chemist Gave Hope to Millions" (PDF). ChemMatters (dalam bahasa English). 25 (1). Washington, D.C., United States of America: 17–19. ISSN 0736-4687. OCLC 9135366. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 July 2014. Diakses tanggal 22 June 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "What is a daguerreotype?". Daguerreobase. Diakses tanggal 9 December 2017.
- ↑ Dwyer, Mitchell (24 November 2023). "A Woman Who Changed the World". University of Hawaii Foundation. Diakses tanggal 24 November 2023.
- ↑ Swaby, Rachel (2015). Headstrong: 52 Women Who Changed Science—and the World. New York: Broadway Books. hlm. 11–13. ISBN 9780553446791.
- ↑ Magazine, Smithsonian; Wong, Kathleen M. "The Trailblazing Black Woman Chemist Who Discovered a Treatment for Leprosy". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-24.
- ↑ Collins, Sibrina Nichelle (5 December 2016). Zeller Jr., Tom; Roberts, Jane; Borel, Brooke; Blum, Deborah (ed.). "Alice Augusta Ball: Chemical Drug Pioneer". Undark. Knight Science Journalism Program (Massachusetts Institute of Technology). Diarsipkan dari asli tanggal 2 March 2020. Diakses tanggal 22 June 2021.
- ↑ Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- ↑ Brown, Jeannette (2012). African American Women Chemists. New York: Oxford University Press. hlm. 19–24. ISBN 978-0-19-974288-2.
- ↑ Guttman, D. Molentia; Ernest Golden (2011). African Americans in Hawaii. Charleston, South Carolina: Arcadia Publishing. hlm. 15. ISBN 978-0-7385-8116-3. Diakses tanggal 15 May 2013.
- 1 2 Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- ↑ Jackson, Miles (2007-09-20). "Ball, Alice Augusta". Black Past. Diakses tanggal 15 May 2013.
- ↑ Collins, Sibrina Nichelle (5 December 2016). Zeller Jr., Tom; Roberts, Jane; Borel, Brooke; Blum, Deborah (ed.). "Alice Augusta Ball: Chemical Drug Pioneer". Undark. Knight Science Journalism Program (Massachusetts Institute of Technology). Diarsipkan dari asli tanggal 2 March 2020. Diakses tanggal 22 June 2021.
- ↑ Dehn, William M.; Ball, Alice A. (1914). "Benzoylations in Ether Solution". Journal of the American Chemical Society. 36 (10): 2091–2101. doi:10.1021/ja02187a015.
- ↑ Wermager, Paul; Carl, Heltzel (1 February 2007). Heltzel, Carl; Tinnesand, Michael; Kanaskie, Leona; Harris, Cornithia; Barlow, Sandra; Taylor, Terri; Isikooff, Peter (ed.). "Alice A. Ball: Young Chemist Gave Hope to Millions" (PDF). ChemMatters (dalam bahasa English). 25 (1). Washington, D.C., United States of America: 17–19. ISSN 0736-4687. OCLC 9135366. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 July 2014. Diakses tanggal 22 June 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Mendheim, Beverly (September 2007). "Lost and Found: Alice Augusta Ball, an Extraordinary Woman of Hawai'i Nei". Northwest Hawaii Times. Diarsipkan dari asli tanggal 3 March 2016. Diakses tanggal 17 May 2013.
- 1 2 University of Hawaiʻi at Mānoa. "Ball, Alice Augusta". Scholar Space. Diakses tanggal 15 May 2013.
- ↑ Magazine, Smithsonian; Wong, Kathleen M. "The Trailblazing Black Woman Chemist Who Discovered a Treatment for Leprosy". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-24.
- ↑ Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- ↑ Jackson, Miles (2007-09-20). "Ball, Alice Augusta". Black Past. Diakses tanggal 15 May 2013.
- ↑ University of Hawaiʻi at Mānoa. "Ball, Alice Augusta". Scholar Space. Diakses tanggal 15 May 2013.
- 1 2 Swaby, Rachel (2015). Headstrong: 52 Women Who Changed Science—and the World. New York: Broadway Books. hlm. 11–13. ISBN 9780553446791.
- ↑ "Alice Ball and the Fight against Leprosy". Bluestocking Oxford (dalam bahasa American English). 2016-02-29. Diakses tanggal 2018-11-04.
- 1 2 3 Magazine, Smithsonian; Wong, Kathleen M. "The Trailblazing Black Woman Chemist Who Discovered a Treatment for Leprosy". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-24.
- ↑ Inglis-Arkell, Esther (8 May 2015). "We Had A Cure For Leprosy For Centuries, But Couldn't Get It To Work". io9. Diakses tanggal 20 November 2017.
- ↑ "Alice Ball". oumnh.ox.ac.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-24.
- 1 2 3 4 5 6 "Alice Ball - Contributions, Facts & Leprosy". Biography (dalam bahasa American English). 2021-01-08. Diakses tanggal 2025-03-18.
- ↑ Wermager, Paul; Carl, Heltzel (1 February 2007). Heltzel, Carl; Tinnesand, Michael; Kanaskie, Leona; Harris, Cornithia; Barlow, Sandra; Taylor, Terri; Isikooff, Peter (ed.). "Alice A. Ball: Young Chemist Gave Hope to Millions" (PDF). ChemMatters (dalam bahasa English). 25 (1). Washington, D.C., United States of America: 17–19. ISSN 0736-4687. OCLC 9135366. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 July 2014. Diakses tanggal 22 June 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- 1 2 3 Wermager, Paul (2004). "Healing the sick". Dalam Jackson, Miles M.; Ikeda, Kiyoshi; et al. (ed.). They Followed the Trade Winds: African Americans in Hawai'i (PDF). Social Process in Hawai'i (dalam bahasa English). Vol. XLIII. Honolulu, Hawaii, USA: University of Hawaiʻi Press, department of sociology of the University of Hawaiʻi at Mānoa. hlm. 162–188. ISBN 9780824847326. ISSN 0737-6871. OCLC 423672598. Diakses tanggal 22 June 2021 – via ScholarSpace (Hamilton Library, University of Hawaiʻi at Mānoa). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- 1 2 Wermager, Paul; Carl, Heltzel (1 February 2007). Heltzel, Carl; Tinnesand, Michael; Kanaskie, Leona; Harris, Cornithia; Barlow, Sandra; Taylor, Terri; Isikooff, Peter (ed.). "Alice A. Ball: Young Chemist Gave Hope to Millions" (PDF). ChemMatters (dalam bahasa English). 25 (1). Washington, D.C., United States of America: 17–19. ISSN 0736-4687. OCLC 9135366. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 July 2014. Diakses tanggal 22 June 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ University of Hawaiʻi at Mānoa. "Ball, Alice Augusta". Scholar Space. Diakses tanggal 15 May 2013.
- ↑ "Alice Ball and the Fight against Leprosy". Bluestocking Oxford (dalam bahasa American English). 2016-02-29. Diakses tanggal 2018-11-04.
- ↑ Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- ↑ Hollmann, Harry T. (1922). "The Fatty Acids of Chaulmoogra Oil in the Treatment of Leprosy and Other Diseases". Archives of Dermatology and Syphilology. 5: 94–101. doi:10.1001/archderm.1922.02350260097010.
- ↑ Cederlind, Erika (29 February 2008). "A tribute to Alice Bell: A Scientist whose Work with Leprosy was Overshadowed by a White Successor". The Daily of the University of Washington. [Note: Headline has: Alice Bell [sic]; rest of article correctly names "Alice Ball"]. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-06. Diakses tanggal 19 May 2013.
- ↑ Magazine, Smithsonian; Wong, Kathleen M. "The Trailblazing Black Woman Chemist Who Discovered a Treatment for Leprosy". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-24.
- ↑ Jackson, Miles (2007-09-20). "Ball, Alice Augusta". Black Past. Diakses tanggal 15 May 2013.
- ↑ Mendheim, Beverly (September 2007). "Lost and Found: Alice Augusta Ball, an Extraordinary Woman of Hawai'i Nei". Northwest Hawaii Times. Diarsipkan dari asli tanggal 3 March 2016. Diakses tanggal 17 May 2013.
- ↑ Wermager, Paul (2004). "Healing the sick". Dalam Jackson, Miles M.; Ikeda, Kiyoshi; et al. (ed.). They Followed the Trade Winds: African Americans in Hawai'i (PDF). Social Process in Hawai'i (dalam bahasa English). Vol. XLIII. Honolulu, Hawaii, USA: University of Hawaiʻi Press, department of sociology of the University of Hawaiʻi at Mānoa. hlm. 162–188. ISBN 9780824847326. ISSN 0737-6871. OCLC 423672598. Diakses tanggal 22 June 2021 – via ScholarSpace (Hamilton Library, University of Hawaiʻi at Mānoa). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Hollmann, Harry T. (1922). "The Fatty Acids of Chaulmoogra Oil in the Treatment of Leprosy and Other Diseases". Archives of Dermatology and Syphilology. 5: 94–101. doi:10.1001/archderm.1922.02350260097010.
- ↑ "How the Woman Who Found a Leprosy Treatment Was Almost Lost to History". National Geographic News. 2018-02-28. Diarsipkan dari asli tanggal September 17, 2018. Diakses tanggal 2019-03-16.
- ↑ Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- ↑ Mendheim, Beverly (September 2007). "Lost and Found: Alice Augusta Ball, an Extraordinary Woman of Hawai'i Nei". Northwest Hawaii Times. Diarsipkan dari asli tanggal 3 March 2016. Diakses tanggal 17 May 2013.
- ↑ Brown, Jeannette (2012). African American Women Chemists. New York: Oxford University Press. hlm. 19–24. ISBN 978-0-19-974288-2.
- ↑ Dekneef, Matthew (March 9, 2016). "14 extraordinary women in Hawaii history everyone should know". Hawai'i Magazine. Honolulu. Diakses tanggal March 9, 2016.
- ↑ "Alice Ball - Developed first successful treatment for Hansen's disease (Leprosy)". www.gocruisers.org. Diakses tanggal 2023-11-24.
- ↑ "Alice Ball Park". Seattle Parks and Recreation. Diakses tanggal February 22, 2019.
- ↑ Lambert, Ken (August 18, 2019). "Seattle's new Alice Ball Park named for a pioneering medical researcher". Seattle Times. Seattle. Diakses tanggal August 18, 2019.
- ↑ "Women health pioneers honoured on LSHTM's iconic London building for the first time". Diakses tanggal September 9, 2019.
- ↑ Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- ↑ Abebe, Dagmawi (2021-05-10), "The Ball Method: A Short Film Celebrating Alice Augusta Ball", African American Chemists: Academia, Industry, and Social Entrepreneurship, ACS Symposium Series, 1381, American Chemical Society: 41–51, doi:10.1021/bk-2021-1381.ch005, ISBN 978-0-8412-9838-5, diakses tanggal 2024-12-04
- ↑ Epstein, Sonia Shechet (January 28, 2020). "A new film tells the story of Alice Ball, chemist and inventor of a treatment for leprosy". massivesci.com. Diakses tanggal 2020-01-29.
- ↑ Magazine, Smithsonian; Wong, Kathleen M. "The Trailblazing Black Woman Chemist Who Discovered a Treatment for Leprosy". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-24.
- ↑ Ricks, Delthia (May 8, 2023). "Overlooked No More: Alice Ball, Chemist Who Created a Treatment for Leprosy". New York Times. Diakses tanggal February 26, 2025.
- ↑ Brown, Jeannette (2012). African American Women Chemists. New York: Oxford University Press. hlm. 19–24. ISBN 978-0-19-974288-2.
- ↑ Cederlind, Erika (29 February 2008). "A tribute to Alice Bell: A Scientist whose Work with Leprosy was Overshadowed by a White Successor". The Daily of the University of Washington. [Note: Headline has: Alice Bell [sic]; rest of article correctly names "Alice Ball"]. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-06. Diakses tanggal 19 May 2013.
- ↑ "UH celebrates Alice Augusta Ball Day in Hawai'i, February 28". University of Hawaiʻi News. 28 February 2022. Diakses tanggal 3 March 2022.
- ↑ "UH Mānoa unveils sculpture of trailblazing chemist Alice Ball". Hawai'i Public Radio (dalam bahasa Inggris). 2024-12-24. Diakses tanggal 2024-12-24.
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |