Alergitelur dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kurangnya sistem kekebalan tubuh dalam mengidentifikasi protein telur sebagai sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Hal tersebut menyebabkan pelepasan histamin ke dalam darah sehingga terjadi alergi. Pada beberapa orang diketahui, penyebab alergi berbeda-beda, diantaranya alergi karena bagian putihtelur, bagian kuning telur, atau keduanya. Alergi ini juga bisa terjadi pada bayi yang masih memperoleh makanan berupa ASI dari ibunya. Jika ibu bayi mengkonsumsi telur berlebih, maka hal itu akan memicu alergi pada bayi karena belum sempurnanya saluran pencernaan bayi.[5]
Sistem pernapasan mengalami gangguan seperti kesulitan bernapas dan hidung berair.
Kulit terasa seperti gatal-gatal, bengkak, eksem ataupun terlihat bintik-bintik kemerahan
Sistem pencernaan mengalami beberapa gangguan seperti sakit perut hingga menimbulkan diare. Selain itu mulai terasa mual bahkan sampai muntah. Terasa gatal gatal disekitaran mulut juga merupakan salah satu ciri-ciri dari alergi.
Sistem kardiovaskular mengalami masalah seperti masalah jantung dan tekanan darah.
Makanan Pengganti
Beberapa makanan pengganti jika memiliki alergi terhadap telur diantaranya adalah [7]
Tofu adalah olah kedelai yang juga memiliki kegunaan untuk menurunkan kolesterol ajhat dalam tubuh
↑"Alergi Telur". Alodokter. 2016-09-10. Diakses tanggal 2020-03-17.
↑National Report of the Expert Panel on Food Allergy Research, NIH-NIAID 2003 "June 30 2003.pdf"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2006-10-04. Diakses tanggal 2006-08-07.