Akademi Perang PrusiaFasad Unter den Linden 74, dibangun oleh Karl Friedrich Schinkel sebagai Vereinigte Artillerie- und Ingenieurschule (Sekolah Artileri dan Teknik Bersatu)Fasad bangunan ruang kelas di Dorotheenstraße 58/59, dirancang oleh Franz Schwechten (1883)Denah lokasi Akademi Perang dengan bangunan ruang kelas di Dorotheenstraße, serta bagian di Unter den Linden yang diubah menjadi rumah dinas pada tahun 1878/79 karena lokasinya yang bergengsi
Akademi Perang Prusia (Preußische Kriegsakademiecode: de is deprecated ) di Berlin adalah sebuah perguruan tinggi militer dan akademi militer untuk melatih para perwira staf umum. Akademi ini didirikan oleh Gerhard von Scharnhorst pada tanggal 15 Oktober 1810 sebagai Allgemeine Kriegsschule (Sekolah Perang Umum) untuk Prusia. Pada awal Perang Dunia I tahun 1914, akademi perang ini ditutup dan dilarang setelah perang berakhir berdasarkan Perjanjian Versailles. Pada tahun 1935, akademi ini dibuka kembali dan akhirnya ditutup secara permanen pada tahun 1945. Penerus resmi dari akademi ini adalah Führungsakademie der Bundeswehr di Hamburg. Akademi Perang Prusia harus dibedakan dari Preußische Hauptkadettenanstalt (Lembaga Kadet Utama Prusia), sekolah kejuruan militer yang mengajarkan keterampilan khusus kecabangan persenjataan, serta dari Kriegsschule (sekolah perang) yang mempersiapkan para calon perwira untuk ujian perwira (Offizierspatent).
Lokasi
Akademi ini berawal dari Akademie für junge Offiziere der Infanterie und Kavallerie (Akademi untuk Perwira Muda Infanteri dan Kavaleri) pada tahun 1801, yang kemudian dikenal sebagai Allgemeine Kriegsschule (Sekolah Perang Umum). Akademi ini secara resmi didirikan kembali oleh Gerhard von Scharnhorst di Berlin pada tanggal 15 Oktober 1810 sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi perwira. Gedungnya di Unter den Linden (1845/25), Berlin, dirancang oleh Karl Friedrich Schinkel.
Kelulusan
Kelulusan dari akademi perang ini merupakan prasyarat untuk diangkat ke dalam Staf Umum Prusia (kelak menjadi Staf Umum Jerman). Carl von Clausewitz mendaftar sebagai salah satu siswa pertamanya pada tahun 1801 (sebelum lembaga ini berganti nama), sementara alumni lainnya meliputi para Marsekal Lapangan von Steinmetz, von Moltke, dan von Blumenthal pada dasawarsa 1820-an dan 1830-an.
Para siswa di Akademi Perang menghadiri sekitar 20 jam perkuliahan per minggu. Pengajaran diberikan oleh para profesor dari Universitas Berlin dan perwira yang bertugas di Staf Umum Besar, yang dengan demikian juga meningkatkan pendidikan mereka sendiri. Pada tahun 1872, Akademi Perang dialihkan dari Inspektur Pendidikan Militer ke bawah komando Kepala Staf Umum. Semangat Akademi ini diungkapkan oleh Kepala Staf Helmuth von Moltke, yang menekankan pentingnya "proses aktif saling memberi dan menerima secara mental antara pengajar dan siswa, demi merangsang para siswa untuk menjadi rekan kerja".[1]
Penerimaan siswa ke Akademi ini sangat selektif. Para perwira dengan masa dinas minimal lima tahun yang ingin menjadi perwira Staf Umum mempersiapkan diri untuk ujian masuk, yang meliputi taktik, survei, geografi, matematika, dan bahasa Prancis, dengan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pemahaman alih-alih hafalan semata.[2][3] Para penilai esai tidak mengetahui nama atau resimen dari para kandidat. Dari ratusan pelamar, sekitar seratus orang diterima setiap tahunnya untuk mengikuti kursus tahun pertama di Akademi. Mereka yang menunjukkan kinerja memuaskan akan dinaikkan ke tahun kedua dan ketiga.
Pada tahun pertama, empat belas jam perkuliahan setiap minggu difokuskan pada mata pelajaran militer, termasuk sejarah militer, sementara tujuh belas jam sisanya adalah nonmiliter, yang meliputi sejarah umum, matematika, sains, serta pilihan antara bahasa Prancis atau Rusia. Alokasi waktu yang kurang lebih sama diterapkan pada dua tahun terakhir.[4] Perkuliahan dilengkapi dengan kunjungan ke benteng-benteng, pabrik senjata, dan latihan resimen kereta api. Selama liburan musim panas selama tiga bulan, para siswa menghadiri manuver dan diajak dalam latihan taktis lapangan di mana mereka mengomandani unit-unit imajiner. Pada akhir kursus, mereka menempuh ujian kedua mereka. Hanya sekitar tiga puluh siswa yang lulus dari ujian yang sangat sulit ini. Mereka kemudian ditugaskan (kommandiert) ke Staf Umum Besar, sambil tetap mempertahankan keterikatan resimen mereka. Setelah dua tahun, mereka menempuh ujian ketiga sekaligus terakhir mereka, di mana setelah itu hanya lima hingga delapan perwira yang ditempatkan secara permanen untuk mengisi kekosongan di Staf Umum — sebuah proses penyaringan luar biasa dari sekian banyak orang yang telah mengikuti kompetisi tersebut.