Sejak tahun 1990, armada kepresidenan terdiri atas 2 pesawat serial Boeing 747-200B terspesifikasi tinggi – kode ekor "28000" dan "29000" – dengan penunjukan "VC-25A".
Hanya ada satu Air Force One yang diperuntukkan bagi presiden; jika wakil presiden terbang pesawat ini disebut sebagai Air Force Two. Kalau tidak maka akan dipanggil dengan nomornya, seperti pesawat lain.
Air Force One
Salah satu episode paling dramatis atas Air Force One terjadi saat serangan 11 September 2001, saat Presiden George W. Bush terbang dari Bandar Udara Internasional Sarasota-Brandenton ke Pangkalan Angkatan Udara Barksdale dengan pesawat ini dan lalu ke Pangkalan Angkatan Udara Offutt sebelum ke Washington DC setelah menerima kabar buruk itu. Air force one dilengkapi senjata2 canggih seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter Bomb (SDB) yang lebih baru meriam otomatis M61A2 Vulcan 20mm yang tersimpan di bagian kanan pesawat, meriam ini membawa 480 butir peluru. Selain penyimpanan internal, pesawat ini juga dapat membawa persenjataan pada empat titik eksternal.
Pada 11 Oktober 1910, Theodore Roosevelt menjadi presiden pertama yang terbang menggunakan pesawat, sebuah pesawat Wright Flyer dari Lapangan Kinloch dekat St. Louis, Missouri. Saat itu, ia sudah purna tugas, digantikan oleh William Howard Taft. Momen yang memecahkan rekor ini adalah saat ia terbang sebentar di atas kerumunan orang di pekan raya daerah, tetapi tetap saja itu merupakan awal dari perjalanan udara kepresidenan.[6]
Pesawat kepresidenan pertama
Columbine II adalah pesawat pertama yang mengadopsi tanda panggil Air Force One. Pesawat ini merupakan pesawat Lockheed Constellation yang dimodifikasi untuk keperluan VIP dan menggantikan pesawat yang sama dengan nama Columbine. Tanda panggil yang digunakan pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat yang membawa Presiden Amerika Serikat ditetapkan setelah sebuah insiden pada 1954 di mana penerbangan komersial Eastern Air Lines 8610 berpapasan dengan Air Force 8610 yang membawa Presiden Dwight D. Eisenhower. Awalnya penggunaan tanda panggil ini dipakai secara informal, tetapi kemudian menjadi resmi pada 1962.[7][8][9][10][11]