Ahim Abdurahim (17 April 1942–28 Januari 1999) adalah seorang Perwira Tinggi Angkatan Darat dari Indonesia dan Birokrat yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali dari tahun 1993 hingga 1998. Ia juga sempat menjadi penjabat Gubernur Bali selama beberapa bulan pada tahun 1998. Ia menjadi warga negara Indonesia dari etnis Sunda pertama dan pemeluk agama Islam kedua yang menjadi Wakil Gubernur Bali setelah Aspar Aswin.
Kehidupan
Masa kecil
Ahim dilahirkan pada tanggal 17 April 1942 di Majalengka. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, Ahim menempuh pendidikan militer di Akademi Militer. Setelah menjalani pendidikan selama tiga tahun, ia lulus dengan pangkat Letnan Dua pada tahun 1966.[1]
Karier militer
Ahim ketika menjabat sebagai Dandim di Cirebon.
Ahim memulai karier militernya di lingkungan Komando Daerah Militer VI/Siliwangi (Jawa Barat), sebagai Komandan Pleton di Batalyon 330 Cicalengka, kemudian mendapatkan penugasan Operasi Pemberantasan GPK di perbatasan Kalimantan Barat.
Kembali dari penugasan Operasi, Ahim melanjutkan kariernya sebagai Komandan Kompi Resimen A-B Taruna Akmil , lalu menjadi Wakil Komandan Resimen Taruna Akmil di Magelang, Jawa Tengah.
Pengabdian saat berada di lingkungan Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin (Sulawesi Selatan dan Tenggara), dimulai dengan menjadi Wakil Komandan Batalyon Lintas Udara 700 BS, Makassar. Ahim kemudian mendapatkan penugasan Operasi Seroja di Timor Timur dan dilanjutkan penugasan sebagai Pasukan Perdamaian Kontingen Garuda VIII di Timur Tengah.
Saat Ahim berpangkat Letnan Kolonel, ia ditempatkan sebagai Komandan Batalyon Infanteri 721 di Pinrang dari tahun 1979 hingga 1980,[2] Komandan Distrik Militer (Dandim) 0620 di Cirebon dari tanggal 21 April 1983 hingga 6 Juli 1985[3] dan pernah menjadi Komandan Distrik Militer 0609 di Kabupaten Bandung.[4] Ahim pun pernah menjabat sebagai Kepala Staf Komande Resor Militer 064/ Maulana Yusuf, Serang, Banten dan menjadi Asisten Teritorial Kepala Staf Divisi 1 Kostrad, Cilodong.
Setelah bertugas di wilayah Jawa Barat, Ahim dipindahkan ke Bali untuk menjabat sebagai Asisten Teritorial Komando Daerah Militer IX/Udayana dengan pangkat Kolonel. Ia kemudian diangkat menjadi Komandan Resor Militer (Danrem) 163 / Wirasatya pada tanggal 11 Mei 1991.[1] Ahim kemudian digantikan sebagai Danrem oleh Kolonel Soentoro pada tanggal 5 Juli 1993.[5]
Wakil Gubernur Bali
Ahim dilantik sebagai Wakil Gubernur Bali pada tanggal 19 Juli 1993,[6] menggantikan Aspar Aswin yang sudah meninggalkan jabatan tersebut sejak bulan Januari 1993 karena dilantik sebagai Gubernur Kalimantan Barat.[5] Ahim memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal pada bulan Januari 1994.[7] Ahim ikut menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan Vihara Buddha Guna Bali di Puja Mandala pada 20 Oktober 1994.[8]
Lima tahun kemudian, pada tanggal 23 Mei 1998, Gubernur BaliIda Bagus Oka dilantik menjadi Menteri Negara Kependudukan dalam Kabinet Reformasi Pembangunan, sehingga Ahim menggantikannya sebagai gubernur dalam kapasitas sebagai pelaksana tugas.[9] Gubernur Bali yang baru, Dewa Made Beratha, dilantik pada tanggal 28 Agustus 1998, dan Ahim kembali ke jabatan lamanya sebagai Wakil Gubernur.[10] Ia mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur pada akhir tahun 1998 dan digantikan oleh I Ketut Widjana.[11] Ahim meninggal dunia di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 28 Januari 1999 karena sakit.
↑Angkatan Bersenjata, Indonesia (Agustus 1993). "Tiga Wakil Gubernur Dilantik". Mimbar Kekaryaan ABRI (dalam bahasa Indonesia). Jakarta. hlm.64. Diakses tanggal 5 Januari 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)