Ahasyweros II atau Xerxes II (/ˈzɜːrksiːz/; bahasa Persia Kuno:𐎧𐏁𐎹𐎠𐎼𐏁𐎠code: peo is deprecated Xšayaṛša (pelafalanⓘ; bahasa Ibrani: אֲחַשְׁוֵרוֹשׁ,ModernʼAḥašvērōšTiberiasʼĂḥašwērôš), "penguasa atas para pahlawan"; bahasa Yunani Kuno:Ξέρξηςcode: grc is deprecated Xérxēs, [ksérksɛːs]; wafat 424SM) adalah Raja Diraja (Kaisar) Iran dan Fir'aun Mesir dari Dinasti Akhemeniyah, berkuasa selama 45 hari pada 424 SM. Dia mewarisi takhta setelah kematian ayahnya, Artahsasta I. Meski demikian, kedua saudara tirinya, Sogdyana dan Darius II, juga mengklaim takhta untuk mereka sendiri. Xerxes kemudian dibunuh atas perintah Sogdyana.
Kehidupan
Xerxes dilaporkan satu-satunya putra Artahsasta I dengan Damaspia, dan diketahui pernah menjabat sebagai putra mahkota. Sumber sejarah dari kehidupannya yang tidak begitu jelas utamanya hanya bertumpu pada tulisan-tulisan dari Ktesias.
Prasasti terakhir yang menyebutkan Artahsasta I masih hidup diperkirakan berasal dari tahun 424 SM. Sepeninggalnya, takhta Iran diperebutkan ketiga putranya, yaitu Ahasyweros II sendiri, Sogdyana yang merupakan putra Artahsasta I dari selirnya Alogine dari Babil, dan Darius II yang merupakan putra Artahsasta I dari selirnya Kosmartidene dari Babil.[1]
Ahasyweros II tampaknya hanya diakui sebagai penguasa di wilayah Persia dan hanya memerintah selama empat puluh lima hari. Dia dilaporkan dibunuh saat mabuk oleh Farnakyas dan Menostanes atas perintah Sogdyana. Sogdyana rupanya mendapat dukungan dari kawasan Elam. Sogdyana sendiri juga terbunuh beberapa bulan kemudian. Setelahnya, Darius II menjadi penguasa tunggal Kekaisaran Iran dan memerintah hingga 404 SM.
Rujukan
↑S. Zawadzki, "The Circumstances of Darius II's Accession" in Jaarbericht Ex Oriente Lux 34 (1995-1996) 45-49