Karier Militer
Lulus dari SMA Taruna Nusantara, Jovan mendaftar sebagai Taruna Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Ia diterima sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1997. Usai menjalani Pendidikan selama tiga setengah tahun, ia lulus sebagai Perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI)berpangkat Letnan Dua (Letda) dengan kecabangan Infanteri (Inf).[3]
Jovan menjalani karier sebagai militer profesional di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) selama 19 tahun. Awal karier militernya setelah lulus dari Akademi Militer dimulai sebagai pejabat Komandan Peleton (Danton) di Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti di jajaran Kodam I/Bukit Barisan (2002 – 2006). Selanjutnya ia juga menjabat sebagai Perwira Seksi 2 - Operasi (2006 – 2008) dan Komandan Kompi Senapan B (2009 – 2010) di satuan yang sama.Pada tahun 2008, saat masih berpangkat Kapten, ia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) di Amerika Serikat, satu tahun mendahului dari rekan seangkatannya. Pendidikan yang diikutinya adalah Maneuver Captain Career Course (MCCC) yang di laksanakan di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat, selama 7 bulan.[4]
Pada tahun 2010, masih di pangkat yang sama, ia mendapatkan beasiswa untuk menempuh Pendidikan S2 Program Studi Manajemen Pertahanan, di Universitas Pertahanan (UNHAN). Setelah lulus dan diwisuda pada bulan Mei tahun 2012, ia ditugaskan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Bandung, dan menjabat sebagai Kepala Seksi Material Satuan (Kasimatsat), di bawah Staf Direktur Pembinaan Kesenjataan (Sdirbinsen) Pussenif (2012 – 2013). Pada bulan September 2013, ia sempat bergabung di Staf Kepresidenan Republik Indonesia, di Bidang Komunikasi Strategis (2013 – 2014), pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lalu 8 bulan kemudian ia berangkat mengikuti Pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di Nanjing Army Command College (NACC), di Tiongkok, dan lulus sebagai salah satu siswa terbaik asal luar negeri dengan predikat Excellent Student.[5]
Usai mengikuti Pendidikan Sesko di Negeri Tiongkok, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan (Kabagrendik) Akmil (2015 – 2016), di bawah Direktur Pembinaan Pendidikan (Dirbindik) Akmil. Di sini ia sempat berjibaku untuk menyelesaikan revisi kurikulum Taruna Akmil yang digunakan saat ini. Delapan bulan berdinas di Akmil, ia kemudian ditarik menjadi Kepala Staff Pribadi (Kaspri) Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) di tahun 2016 (2016 – 2017). Selanjutnya setelah delapan bulan menjabat sebagai Kaspri Pangkostrad, Jovan dipercaya untuk menjadi Komandan Batalyon Infanteri Raider 323 Divisi I Kostrad (2017 – 2019), atau biasa dikenal dengan sebutan Batalyon Buaya Putih. Di masa menjabat sebagai Danyonif Raider 323 ini, ia juga sempat ditugasi sebagai Komandan Latihan Pertempuran Hutan Divisi Infanteri I Kostrad (2018), hingga akhirnya Jovan memutuskan untuk mengajukan pensiun dini pada bulan Januari 2019, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel.[6]