Agnes Fay Morgan (4 Mei 1884–20 Juli 1968) adalah seorang kimiawan dan akademisi dari Amerika Serikat. Dia adalah mantam ketua program mata kuliah ekonomi rumah tangga di Universitas California, Berkeley. Program yang dipimpinnya memiliki dasar ilmu pengetahuan yang kuat, di mana mahasiswa yang diterima harus memiliki latar belakang sains yang lebih tinggi dibandingkan standar program ekonomi rumah tangga pada masa itu. Morgan juga merupakan salah satu profesor perempuan pertama di Amerika Serikat yang tetap aktif dalam dunia akademik setelah menikah.
Setelah pensiun, ia tetap aktif menulis dan meneliti hingga akhir hayatnya. Ia meninggal pada 20 Juli 1968 setelah mengalami serangan jantung. Sebagai penghormatan atas jasanya, laboratorium nutrisi di Berkeley dinamai Agnes Fay Morgan Hall, dan Agnes Fay Morgan Research Award diberikan setiap tahun untuk perempuan yang berkontribusi di bidang kimia. Morgan bekerja di Berkeley selama lebih dari 50 tahun, dan meskipun pensiun pada tahun 1954, ia tetap aktif dalam bidangnya hingga menjelang wafatnya.[1]
Masa Kecil dan Pendidikan
Agnes Fay lahir pada tahun 4 Mei 1884 di Peoria, Illinois.[2] Orang tuanya, Patrick Fay dan Mary Dooley, berasal dari Galway, Irlandia. Ayahnya bekerja sebagai buruh manual sebelum menjadi seorang pembangun. Agnes adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Setelah lulus dari Peoria High School, ia mendapatkan beasiswa penuh dari seorang donatur lokal. Ia sempat belajar di Vassar College sebelum pindah ke University of Chicago. Pada awalnya, ia mengambil jurusan fisika, tetapi kemudian beralih ke kimia setelah mengikuti kelas yang diajar oleh Julius Stieglitz, seorang ahli kimia terkemuka.[3]
Morgan meraih gelar sarjana (1904) dan magister (1905) dalam bidang kimia dari University of Chicago. Setelah itu, ia mengajar di beberapa perguruan tinggi kecil sebelum melanjutkan studi doktoralnya. Pada tahun 1914, ia meraih gelar Ph.D. dalam bidang kimia dengan disertasi yang dibimbing oleh Stieglitz. Pada masa itu, sangat jarang bagi seorang perempuan yang telah menikah untuk memperoleh gelar doktor, terutama dalam bidang sains.[4]
Karier
Tidak diketahui apakah Universitas Illinois memberikan tawaran kepada Morgan, tetapi bagaimanapun juga, dia mengikuti wawancara untuk sebuah posisi untuk fakultas di Berkeley. Dia memiliki wawancara yang telah dijadwalkan dengan seorang dekan dari perguruan tinggi tersebut, tetapi karena dekan tersebut sakit, dia mengirim istri dan putrinya yang masih remaja untuk melakukan wawancara tersebut. Dia menerima pekerjaan tersebut yang bertempat Departemen Ekonomi Rumah Tangga dari perguruan tinggi tersebut yang digaji $1.800.[5] Ketika Morgan tiba di Berkeley, dia baru mengetahui bahwa dia harus mengajar mata kuliah nutrisi dan ahli gizi, meskipun dia memiliki latar belakang kimia. Baginya, dia menyebut materi gizi sebagai "subjek yang tidak saya ketahui dan tidak ada orang lain yang tahu banyak tentangnya pada masa itu." Karena ini, dia mengatakan bahwa dia harus meneliti kurikulum pelajaran yang "kebanyakan dari jurnal medis dari Jerman." [6].
Morgan berasal dari keluarga imigran dengan latar belakang ekonomi sederhana, yang membuatnya berbeda dari kebanyakan perempuan akademisi pada masa itu. Selain itu, ia tidak menyukai memasak atau pekerjaan rumah tangga, dan selama dua dekade awal di Berkeley, gaya berpakaiannya sering disebut "kusam" atau "tidak modis." Selama tahun-tahun awalnya di Berkeley, departemennya mengalami kesulitan pendanaan. Untuk mengatasi hal ini, ia membuka kursus pelatihan layanan makanan bagi guru dan perawat. Namun, universitas menganggap pelatihan ini bersifat vokasional dan tidak sesuai dengan standar akademik, sehingga Morgan dilarang menerima dana dari industri untuk penelitian. Selain itu, pejabat universitas sempat mengkritiknya karena menetapkan standar akademik yang dianggap terlalu tinggi untuk program ekonomi rumah tangga.[7]
Dari tahun 1916 hingga pensiun pada tahun 1954, Morgan menjabat sebagai ketua atau wakil ketua departemen. Awalnya, ia berbagi kepemimpinan dengan Mary Patterson, yang bertanggung jawab atas bidang seni rumah tangga. Namun, karena pendekatan Patterson lebih berfokus pada dekorasi dibandingkan ilmu pengetahuan, Morgan mengajukan permohonan untuk memisahkan kedua bidang tersebut. Pada tahun 1920, Presiden Berkeley David Prescott Barrows menyetujui pemisahan itu, dan Morgan menjadi ketua tunggal Departemen Ilmu Rumah Tangga. Pada tahun 1923, Morgan melahirkan anak pertamanya, tepat setelah ia diangkat sebagai profesor penuh. Kehamilannya tidak diketahui oleh rekan-rekannya karena ia mengenakan jas laboratorium panjang untuk menutupi perutnya. Ibunya kemudian pindah bersamanya untuk merawat bayinya, sehingga Morgan dapat terus bekerja tanpa gangguan.[4]
Di pertengahan 1920-an, ia meramalkan bahwa pendidikan lanjutan dalam bidang gizi akan menjadi semakin penting. Ia berpendapat bahwa dietetika harus menjadi profesi yang diakui dalam dunia medis, bukan sekadar industri jasa. Namun, pendapatnya baru mendapat perhatian luas bertahun-tahun kemudian. Sebagai pemimpin departemen, Morgan dikenal tegas dan keras. Beberapa kolega merasa bahwa ia sulit menerima pendapat lain. Salah satu rekannya, Ruth Okey, mengatakan bahwa jika seseorang ingin mengusulkan perubahan, lebih baik menyampaikannya secara tidak langsung agar Morgan merasa bahwa ide tersebut berasal darinya sendiri.[4]
Penelitian dan Kontribusi Ilmiah
Morgan melakukan banyak penelitian tentang biokimia vitamin dan nilai gizi makanan. Ia menulis 254 publikasi ilmiah, termasuk tentang pengaruh pemanasan terhadap kandungan gizi.[8] Salah satu temuannya yang paling terkenal adalah bagaimana asam pantotenat (vitamin B5) memengaruhi fungsi kelenjar adrenal. Ia juga membuktikan bahwa sulfur dioksida dapat melindungi vitamin C, tetapi merusak tiamin (vitamin B1).[9]
Pada tahun 1938, Departemen Ekonomi Rumah Tangga dipindahkan ke bawah College of Agriculture, dan Morgan serta stafnya menjadi bagian dari California Agricultural Experiment Station.[10] Salah satu penelitian pentingnya mengungkap bahwa kepadatan tulang mulai menurun pada perempuan berusia 50–65 tahun serta bahwa konsumsi lemak dalam makanan berkorelasi dengan kadar kolesterol dalam darah. Morgan juga meneliti pengaruh defisiensi vitamin B terhadap warna bulu rubah, yang kemudian dijadikan bahan mantel untuk dipakainya dalam beberapa acara penting.[11]