Afrika Barat BritaniaLokasi Afrika Barat Britania. Dari kiri ke kanan: Gambia, Sierra Leone, Pantai Emas, dan Nigeria.
Afrika Barat Britania adalah sebutan kolektif bagi permukiman Britania di Afrika Barat pada masa kolonial, baik dalam pengertian geografis umum maupun sebagai entitas administratif kolonial formal. Afrika Barat Britania sebagai entitas kolonial pada awalnya secara resmi dikenal sebagai Koloni Sierra Leone dan Dependensinya, kemudian Wilayah Afrika Barat Britania, dan akhirnya Permukiman Afrika Barat Britania.[1]
Britania Raya menguasai berbagai bagian dari wilayah-wilayah tersebut, atau seluruhnya, sepanjang abad ke-19. Dari barat ke timur, koloni-koloni tersebut kemudian menjadi negara-negara merdeka Gambia, Sierra Leone, Ghana, dan Nigeria. Sebelum merdeka, Ghana disebut sebagai Pantai Emas.
Sejarah
Afrika Barat Britania terbentuk sebagai sebuah entitas administratif dalam dua periode (17 Oktober 1821 hingga pembubaran pertamanya pada 13 Januari 1850, dan kembali pada 19 Februari 1866 hingga berakhir sepenuhnya pada 28 November 1888), di bawah seorang gubernur utama (setara pangkatnya dengan gubernur jenderal), suatu jabatan yang dipegang oleh gubernur Sierra Leone (berkedudukan di Freetown).[1]
Koloni-koloni lain yang semula termasuk dalam yurisdiksi tersebut adalah Gambia dan Pantai Emas Britania (Ghana modern). Selain itu, Nigeria Barat, Nigeria Timur, dan Nigeria Utara juga termasuk.[2]
Afrika Barat Britania pada awalnya didirikan atas dorongan tokoh abolisionis terkemuka Fowell Buxton, yang berpendapat bahwa pengakhiran perdagangan budak Atlantik memerlukan tingkat tertentu penguasaan Britania atas garis pantai.[3] Pembangunan sepenuhnya didasarkan pada modernisasi, dan sistem pendidikan otonom dipandang sebagai langkah pertama untuk memodernkan kebudayaan pribumi. Kebudayaan dan kepentingan masyarakat pribumi diabaikan. Tatanan sosial baru, serta pengaruh Eropa di sekolah dan perpustakaan,[4] bersama dengan tradisi lokal, membantu membentuk kebudayaan Afrika Barat Britania. Kurikulum sekolah kolonial Afrika Barat Britania turut berperan dalam proses ini. Elit lokal pun berkembang dengan nilai dan filsafat baru, yang mengubah perkembangan kebudayaan secara keseluruhan.[5]
Referensi
12"Sierra Leone". WorldStatesmen.org. Diakses tanggal 30 December 2018.
↑Olden, Anthony. “Alan Burns, the Lagos Library, and the Commencement of Carnegie Support for Library Development in British West Africa.” The Journal of Library History. 22, no. 4 (1987): 397–408.