Atas penelitiannya dalam biologi kuantum dan asal-usul kehidupan, Marais menerima berbagai penghargaan, termasuk L'Oreal-UNESCO International Rising Talent Award pada tahun 2015.[6][7] Pada tahun 2020, ia menjadi salah satu dari lima finalis global untuk penghargaan "Perempuan Paling Disruptif di Bidang Teknologi" dari Women in Tech.[8]
Pendidikan dan Karier
Marais menyelesaikan gelar BSc Hons kelas satu dalam fisika teoretis di Universitas Cape Town (UCT)[6] pada tahun 2004, diikuti dengan MSc summa cum laude dalam kriptografi kuantum di Universitas KwaZulu-Natal (UKZN)[4][6] pada tahun 2010. Ia memperoleh gelar PhD dalam biologi kuantum dari UKZN pada tahun 2015[6] dengan penelitian tentang efek kuantum dalam fotosintesis. Penelitian pascadoktoralnya berfokus pada asal-usul molekul prebiotik dan kehidupan itu sendiri.[4][9] Pada tahun 2019, ia mendaftar sebagai kandidat PhD di bidang ekonomi di UCT dengan fokus pada sistem ekonomi untuk lingkungan dengan sumber daya terbatas.[4][10]
Antara 2017 hingga 2019, ia menjabat sebagai Kepala Inovasi di SAP Afrika[4] dan pada 2018 bergabung dengan fakultas Universitas Singularity.[4][10] Pada tahun 2019, Marais mendirikan Proudly Human, sebuah organisasi yang bertujuan membangun infrastruktur dan tim di lingkungan ekstrem untuk persiapan kehidupan di Bulan, Mars, dan luar angkasa, serta menyediakan solusi bagi masyarakat yang hidup di kondisi sulit di Bumi.[3][5]
Ia juga menjadi anggota tim penasihat pemerintah Afrika Selatan dalam Revolusi Industri Keempat, yang berfokus pada integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan biologi dengan komunikasi dan konektivitas.[4][12][13]
Mars One
Pada tahun 2013, Marais mendaftarkan diri dalam proyek Mars One, sebuah organisasi swasta yang merencanakan perjalanan satu arah untuk mendirikan koloni manusia pertama di Mars pada 2026. Ia terpilih sebagai salah satu dari 100 kandidat astronot proyek tersebut.[6][14] Namun, pada Februari 2019, proyek Mars One dinyatakan bangkrut.[3][15][16]
Keanggotaan dan Penghargaan
Marais telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya:
Salah satu dari 5 finalis global untuk penghargaan Most Disruptive Woman in Tech dari Women in Tech (2020)[8]
12345678Abarder, Gasant (19 Agustus 2016). "Adriana Sedang dalam Misi ke Mars". Cape Argus, Independent Online. Cape Town, Afrika Selatan. Diakses tanggal 2 September 2019.