Adolph Diesterweg atau Friedrich Adolph Wilhelm Diesterweg (lahir 29 Oktober 1790 di Siegen – meninggal 7 Juli 1866 di Berlin) adalah seorang pendidik, pemikir, dan politikus liberal progresif asal Jerman yang memperjuangkan sekularisasi sekolah.[1] Ia dikenal sebagai salah satu pelopor reformasi pendidikan dan sering dijuluki sebagai "guru para guru".[2]
Friedrich Adolph Wilhelm Diesterweg menempuh pendidikan di Universitas Herborn dan Tübingen antara 1808 hingga 1811, kemudian mulai mengajar pada 1811. Ia mengajar di Mannheim dan Worms selama sekitar dua tahun sebelum pindah ke sekolah model di Frankfurt am Main. Selanjutnya, ia menjadi kepala sekolah Latin di Elberfeld.[3]
Pada 1820, Diesterweg diangkat sebagai direktur seminari guru baru di Mörs, di mana ia menerapkan metode pendidikan Pestalozzi. Pada 1832, ia dipanggil ke Berlin untuk memimpin seminari sekolah negeri baru di kota tersebut. Di sana, ia menunjukkan dukungan kuat terhadap pengajaran agama yang bersifat non-sektarian.[4]
Pada 1846, ia mendirikan lembaga Pestalozzi di Pankow serta membentuk perkumpulan Pestalozzi untuk membantu janda dan anak yatim guru. Karena perbedaan pandangan dengan pihak berwenang mengenai pendidikan tinggi, ia sering berselisih dan akhirnya mengundurkan diri dari seminari pada 1847. Pada 1850, Diesterweg menerima pensiun dari pemerintah, tetapi tetap aktif menyebarkan gagasan pendidikannya melalui berbagai publikasi. Pada 1858, ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan untuk kota Berlin dan memilih berpihak pada oposisi liberal.[4]
Filsafat Pendidikan
Diesterweg menekankan pentingnya berpikir kritis dan tanggung jawab dalam pengajaran. Ia berusaha mereformasi aspek sosial, ekonomi, dan moral pendidikan melalui publikasinya yang berpengaruh, Pädagogisch Wollen und Sollen. Program pendidikannya didasarkan pada apa yang disebutnya sebagai "prinsip dasar perjuangan untuk hidup", yang ia amati dalam konflik antara Katolik dan Protestan. Ia melihat adanya beberapa ‘oposisi’ atau pilihan yang tersedia dalam konflik tersebut, yang pada dasarnya dapat disederhanakan menjadi satu pertentangan utama: "otoritas atau kebebasan, Katolik atau Protestan".[5]
Dalam upayanya mereformasi sekolah, Diesterweg ingin menghilangkan pengaruh politik dan agama dalam proses pengajaran, dan sebaliknya menekankan faktor sosial. Ia percaya pada akses pendidikan untuk semua: "Didiklah manusia terlebih dahulu, sebelum memikirkan pelatihan profesional atau kelas sosial mereka, karena baik proletar maupun petani harus dididik menjadi manusia." Ia juga meyakini pendidikan dapat membantu kaum miskin. Diesterweg mendorong profesionalisasi guru negeri dan memperjuangkan otonomi relatif bagi sekolah. Ia turut memengaruhi guru-guru pada masanya melalui surat kabar yang ia terbitkan, Rheinische Blätter.
Karya
Diesterweg adalah penulis produktif di bidang pendidikan dan juga menyusun berbagai buku teks sekolah.[4] Ia menulis sekitar 50 buku dan menerbitkan sekitar 400 makalah. Beberapa sumber menyebutnya sebagai pencetus ungkapan "learn to do by doing". Pada 1851, ia mendirikan Pädagogisches Jahrbuch (“Yearbook of Pedagogy”) di Berlin.[6]
Beberapa publikasinya antara lain:
Wegweiser zur Bildung für deutsche Lehrer (“Panduan Pendidikan bagi Guru Jerman”), 2 jilid, 1834; edisi ke-6, 1 jilid, 1890
Das pädagogische Deutschland (“Pendidikan Jerman”), 1836
Streitfragen auf dem Gebiete der Pädagogik (“Pertanyaan Kontroversial di Bidang Pendidikan”), 1837
Leitfaden für den Unterricht in der Formlehre, 1845
Lehrbuch der mathematischen Geographie, 1840; edisi ke-18, sebagai Populäre Himmelskunde, 1891
Unterricht in der Kleinkinderschule, edisi ke-5, 1852
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.