Adit Sopo Jarwo (sebelumnya Adit & Sopo Jarwo dari tahun 2014 hingga 2015) adalah sebuah serial animasi Indonesia untuk anak-anak yang diproduksi oleh MD Animation. Serial animasi ini pertama kali diluncurkan pada 27 Januari 2014 di MNCTV.[1] Serial ini juga kemudian ditayangkan di RTV.[2] Pada tanggal 13 Januari 2025, Serial ini ditayangkan di NET. (Sekarang MDTV[3]) Pasca diakuisisi oleh MD Entertainment.[4]
Sinopsis
Kisah persahabatan antara Adit, Dennis, Mitha, dan Devi, bersama dengan Adelya yang kehidupannya
penuh petualangan tak terduga.
Adit memegang peran penting
sebagai penggerak, motivator, dan
inspirator bagi teman-temannya
dalam menggapai impian mereka di
masa depan.
Namun, perjalanan mereka tidak
selalu mulus. Mereka harus
berhadapan dengan dua individu,
Sopo & Jarwo, yang sering mencari
kesempatan untuk mencapai
keuntungan tanpa usaha keras.
Perbedaan pandangan dan pemahaman
menjadi penyebab "perselisihan"
yang berlangsung lama antara Adit
dan kawan-kawan dengan Sopo &
Jarwo.
Namun, konflik antara mereka bukan
bersifat fisik maupun emosional.
Untungnya, mereka memiliki Haji
Udin, ketua RW yang berpengalaman
selama bertahun-tahun, yang
berperan sebagai penengah antara
Sopo Jarwo dan Adit Cs. Nasihat
bijak yang disampaikan olehnya
dengan ringan dan tulus membantu
meredakan ketegangan.
Dalam versi film Adit Sopo Jarwo the Movie, diceritakan
bagaimana Adit bertemu dengan Sopo
dan Jarwo serta lahirnya Adelya.
Karakter
Karakter utama
Karakter utama
Adit, putra kandung Pak Surya dan Bu Amira serta kakaknya Adel, tokoh utama dalam kisah ini.
Sopo, pengangguran bertubuh tambun yang agak lambat pemikirannya namun ia punya sifat yang baik hati, selalu bersama dengan Jarwo ke mana-mana dan sekarang menjadi pegawainya Baba Chang.
Jarwo, pengangguran yang bekerja serabutan, selalu bersama Sopo ke mana-mana, kadang berseteru dengan Adit meski beberapa kali pula saling bekerja sama, sekarang menjadi pegawainya Baba Chang dan suka membuat masalah demi uang. Jarwo juga sering dipanggil bos oleh Sopo. Nama aslinya Sujarwo, wajahnya didasari oleh mendiang Sutan Bhatoegana.
Adel, putri kandung Pak Surya dan Bu Amira, serta adik perempuan Adit yang sukanya memakai baju bergambar badak.
Dennis, teman Adit yang punya sifat penakut dan juga tidak percaya diri. Dia selalu ketakutan setiap melihat atau bertemu dengan Bang Jarwo. Pada episode Eyang Datang Semua Senang, ia merupakan cucu Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie.
Karakter pendukung
Bu Amira (Bunda), istri Pak Surya serta ibunda kandung Adit dan Adel, yang selalu teliti saat menjelaskan sesuatu, nama aslinya adalah Amira.
Pak Surya (Ayah), suami Bu Amira serta ayah kandung Adit dan Adel, yang selalu lupa dan ketinggalan dompet atau sesuatu, nama aslinya adalah Aji Surya Dharma.
Pak Haji Udin, Ketua RW Kampung Karet Berkah yang berwajah mirip Deddy Mizwar, punya sifat bijaksana dan sering menjadi penengah atau pemberi solusi untuk setiap masalah yang ditimbulkan oleh Jarwo.
Kang Ujang, tukang bakso yang sering menyuruh Jarwo untuk mencuci mangkuk kotor sebagai ganti karena sering berhutang. Kang Ujang selalu berbicara dengan logat Sunda.
Devi, teman Adit yang berbadan bongsor layaknya anak SMA.
Mita, teman Adit yang berkulit hitam manis.
Pak Dasuki, warga Kampung Karet yang selalu memberikan tugas di rumahnya kepada Sopo dan Jarwo.
Jarwis, saudara kembar Jarwo yang sifatnya berbanding terbalik dari Jarwo, Nama aslinya adalah Sujarwis.
Pak Anas, warga kampung yang berasal dari Sumatera Utara serta berwatak keras, dia memiliki pohon mangga.
Li Mei, putri Baba Chang yang ditaksir Jarwo, dia merupakan seorang mahasiswi yang pandai menjelaskan atau membuat sesuatu.
Ucup, bocah kecil yang merupakan anak dari Pak Sanip, serta temannya Adit, Dennis dan Sopo. Dia selalu mengucapkan kata-kata Pak Haji Udin. Nama aslinya adalah Muhammad Yusuf Mustaqim Firdaus Abdullah Karim Al-Ghazali Bin Abdul Qodir.
Mamat, warga Kampung Karet.
Kipli, teman Adit, Dennis, Mita, dan Devi.
Somad, teman Adit, Dennis, Mita, dan Devi.
Umi Salamah, warga Kampung Karet, seorang korban penipuan dari pesanan kuenya yang dimakan setengah oleh Jarwo dan Sopo.
Bu Mina, warga Kampung Karet yang selalu berdandan dan pemilik Warteg Gaul.
Kakek, warga Kampung Karet, teman Pak Dasuki.
Nenek, istri kakek.
Pak Sanip, hansip kampung, bapaknya Ucup, nama aslinya Sanif Bin Abdul Kadir Hassan.
Ringgo, warga Kampung Karet yang bertubuh kekar namun memiliki suara kecil dan bersikap autisme, suka sering tidur karena begadang di malam hari.