Adenike Oladosu (lahir 1994[1]) adalah seorang aktivis iklim asal Nigeria dan penggagas gerakan mogok sekolah untuk iklim di negaranya.[2][3] Dia telah menyuarakan aksi iklimnya dalam berbagai konferensi internasional, termasuk Konferensi Perubahan Iklim PBB, Forum Ekonomi Dunia, dan Festival Elevate di Graz, Austria.[4]
Pada Desember 2019, Oladosu menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB COP25 tahun 2019 di Spanyol sebagai diplomat muda Nigeria. Dalam acara tersebut, ia memberikan pidato yang menggugah tentang perubahan iklim di Afrika dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.[5][6]
Sebagai salah satu aktivis lingkungan paling vokal di Afrika, Oladosu menyadari minimnya kesadaran tentang perubahan iklim di benua tersebut. Oleh karena itu, ia mendirikan gerakan keadilan iklim Pan-Afrika sendiri.[10]
Pada tahun 2019, ia terpilih untuk menghadiri KTT Pemuda Iklim PBB pertama di New York. Ia juga diakui oleh UNICEF Nigeria sebagai pemimpin perubahan muda dan mempelopori gerakan akar rumput bernama ILeadClimate yang berfokus pada pemulihan Danau Chad serta meningkatkan keterlibatan anak muda dalam keadilan iklim melalui pendidikan.[11] Ia juga diakui oleh Human Impact Institute (AS) sebagai salah satu dari 12 perempuan yang berdedikasi dalam aksi iklim di komunitas pedesaan.
Penghargaan dan Pengakuan
Dinobatkan sebagai salah satu dari "22 suara beragam yang harus diikuti di Twitter pada Hari Bumi" oleh Amnesty International.[12]
Salah satu dari 15 duta besar Hub Iklim Pemuda Afrika.[13]
Menerima penghargaan hak asasi manusia tertinggi dari Amnesty Nigeria atas perjuangannya untuk keadilan iklim.[4]
Pada Desember 2024, ia masuk dalam daftar 100 Women dari BBC.[14]