Adelaida Kleti Semesi, juga dikenal sebagai Adelaide K. Semesi (1951– 6 Februari 2001),[1] adalah seorang ahli ekologi asal Tanzania, yang menjabat sebagai Profesor Biologi Kelautan di Universitas Dar es Salaam. Dikenal karena penelitiannya tentang ekologihutan bakau, Semesi merupakan perempuan pertama yang menjadi profesor di bidang ilmu alam di Tanzania.
Pendidikan
Semesi lahir pada tahun 1951 di Haubi, Tanzania.[2] Ia meraih gelar Sarjana Sains (BSc) dari Universitas Dar es Salaam pada tahun 1975,[2] lalu melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Doktor (PhD) di universitas yang sama pada tahun 1979.[3]
Karier
Karier mengajar Semesi dimulai pada tahun 1975 sebagai asisten pengajar, dan kemudian mencapai gelar profesor sebelum wafat.[2] Pada tahun 1982, ia memulai program penelitian mengenai budidaya rumput laut di Zanzibar; hasil penelitiannya mendorong peningkatan investasi dalam industri tersebut serta membuka lapangan kerja yang lebih luas, khususnya bagi perempuan.[2] Penelitian ekologi hutan bakau yang dimulainya pada tahun 1990 menghasilkan rencana pengelolaan lingkungan untuk hutan bakau di Tanzania, menjadikannya salah satu negara pertama yang memiliki program tersebut.[1]
Semesi juga dikenal karena mendukung pengetahuan tradisional yang diwariskan secara lisan, terutama dalam praktik pertanian di komunitas lokal.[4] Ia mendapat julukan mama mikokocode: sw is deprecated ("ibu hutan bakau" dalam bahasa Swahili),[5][6] karena spesialisasinya dalam ekologi bakau.[5] Semesi dikenal sebagai profesor perempuan pertama ilmu alam di Tanzania.[6]
Buku Marine Plants of Tanzania: A field guide to the seaweeds and seagrasses of Tanzania didedikasikan untuk menghormati kehidupan dan karya Semesi.[2]
Collen, J., M. Mtolera, K. Abrahamsson, A. Semesi, dan M. Pedersen. 1995. Farming and physiology of the red algae Eucheuma: Growing commercial importance in East Africa. Ambio 24(7): 497-450
Mtolera, M.S.P., J. Collen, dan A.K. Semesi. 1995. Destructive hydrogen peroxide production in Eucheuma denticulatum (Rhodophyta) during stress caused by elevated pH, high light intensities and competition with other species. European Journal of Phycology 30(4): 289
Semesi, A.K. 1993. Wetlands of sub-Saharan Africa, their relevance and management. Proceedings of the conference on water and environment: Key to Africa's Development, hlm. 151-164
Engdahl, S., F. Mamboya, M. Mtolera, A. Semesi, dan M. Björk. 1998. The brown macroalgae Pakina boergesenii as an indicator of heavy metal contamination in the Zanzibar Channel. Ambio 27(8): 694-700
Semesi, A.K. 1998. ':Coastal resources utilization and conservation issues in Bagamoyo, Tanzania. Ambio 27(8): 635-644
Semesi, A.K. 1998. Mangrove management and utilization in Eastern Africa. Ambio 27(8): 620-626
Mtolera, M.S.P., J. Collen, dan A.K. Semesi. 1996. Stressed-induced production of volatile halogenated organic compounds in Eucheuma denticulatum (Rhodophyta) caused by elevated pH and high light intensities. European Journal of Phycology 31(1): 91
Björk, M., S.M. Mohammed, dan A. Semesi. 1995. Coralline algae, important coral-reef builders threatened by pollution. Ambio 24(7): 502