Ade Parlaungan Nasution (lahir 06 Agustus 1968) merupakan akademisi Indonesia yang saat ini menjabat sebagai RektorUniversitas Labuhanbatu periode 2019-2023 dan 2023-2027.[1][2][3] Sebelum menjabat Rektor, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik di Universitas Riau Kepulauan di Kota Batam.[4] Ade Parlaungan juga merupakan penerima penghargaan Anugerah Batam Madani dari Pemerintah Kota Batam sebagai Tokoh Pendidikan Kota Batam pada Puncak peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-187 Tahun 2016.[5][6], Pada Tahun 2023, Ade Parlaungan Dianugerahi Sebagai Tokoh Penggerak Seni dan Budaya Labuhanbatu 2023 oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam Rangka hari jadi Kabupaten Labuhanbatu ke-78.[7] Ade Parlaungan Nasution juga merupakan seorang tokoh yang kembali meramaikan pemakaian kembali tanjak melayu dan pakaian adat Melayu (Teluk Belanga) di labuhan batu sejak tahun 2020.[8]
Kehidupan Awal
Semasa menjadi mahasiswa, tercatat Ade pernah Menjabat Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ibn Khaldun Bogor, Pimpinan Redaksi Majalah Mahasiswa “Suara Mahasiswa” Bogor serta menjadi pengurus di berbagai Aliansi Mahasiswa Bogor dan Jawa Barat.
Disamping menggeluti dunia Kampus, Ade Parlaungan Nasution juga terlibat dalam Persoalan Ketenagakerjaan terutama dalam memperjuangkan Hak normatif buruh, baik di Batam, Kepulauan Riau maupun di Labuhanbatu, Sumatera Utara.Disamping bidang ketenagakerjaan, minat pengabdian masyarakat Ade Parlaungan di Sumatera Utara tertuju kepada persoalan Agaria[9][10] dan Kebudayaan Melayu. Di Labuhanbatu Ade Parlaungan juga dikenal sebagai tokoh budaya yang kerap mengisi seminar, talkshow masalah kebudayaan dan berkampanye melestarikan kebudayaan Melayu, baik Pakaian, Musik, Tarian dan jenis ragam budaya melayu yang merupakan basis budaya di Labuhanbatu.[11]
Selama berada di di Labuhanbatu, ade melihat bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengubah pola pikir dan peradaban intelektual, untuk itu tercatat Ade termasuk salah satu penggagas kesadaran literasi di Labuhanbatu dengan berbagai kegiatan pembukaan perpustakaan desa di sejumlah desa di Kabupaten Labuhanbatu raya[12] dan sekaligus mengadakan diskusi dan debat mengenai topik topik peradaban dan intelektual khususnya dikalangan mahasiswa dan generasi muda, tak penting tempatnya di mana bisa di cafe, di aula kampus bahkan dibawah pohon.[13]
Untuk mewujudkannya, Ade bersama kawan kawan telah mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Agraria Labuhanbatu yang saat ini telah memenangkan masalah ketenaga kerjaan sebanyak 3 Kasus dan saat ini tengah menyelesaikan persoalan Agraria bersama kelompok Tani Marbau Selatan di Labuhanbatu Utara.[14]
RIWAYAT ORGANISASI
BENDAHARA DPD PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN) KOTA BATAM 2012-2017, KETUA LITBANG MPW PEMUDA PANCASILA PROVINSI KEPULAUAN RIAU, DIREKTUR LEMBAGA MANAJEMEN, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN—BATAM,KOMTAP SERTIFIKASI TENAGA KERJA KADIN PROVINSI KEPULAUAN RIAU, WAKIL KETUA DEWAN PENGUPAHAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU, KETUA KOMISI B BADAN KOORDINASI SERTIFIKASI PROFESI (BKSP) PROV. KEPRI,KETUA I IKATAN KELUARGA NASUTION (IKANAS) PROVINSI KEPULAUAN RIAU,KETUA UMUM SENAT MAHASISWA FE UIKA BOGOR, JAWA BARAT, KETUA UNFREL (UNIVERSITY NETWORK FOR FREE & FAIR ELECTION) KOTA BATAM, DIREKTUR EKSEKUTIF LSM KELOMPOK KODAT 86—BATAM, KETUA HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI-MPO) CABANG BOGOR, JAWA BARAT, ANGGOTA DEWAN PAKAR IKATAN KELUARGA BESAR SUMATERA UTARA (IKABSU) BATAM, KETUA DEWAN PEMBINA LEMBAGA BANTUAN HUKUM (LBH) AGRARIA LABUHANBATU RANTAUPRAPAT [15] KETUA DEWAN PEMBINA YAYASAN PONDOK PESANTREN DARUL QUR’AN MEDAN, WAKIL KETUA DEWAN PENGUPAHAN KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN, KETUA DEWAN PAKAR PEMUDA PANCASILA KABUPATEN LABUHANBATU, DEWAN KEHORMATAN PALANG MERAH INDONESIA (PMI) KAB. LABUHANBATU