Tempat konferensi RightsCon 2019 di Tunis.Tempat yang menjadi tuan rumah sesi RightsCon yang diselenggarakan oleh Access Now pada tahun 2019.
Access Now adalah organisasi nirlaba internasional yang berkantor pusat di Kota New York, Amerika Serikat.[1][2] Organisasi ini didirikan di California pada Juli 2009. Access Now berfokus pada hak sipil digital.[3] Access Now menerbitkan laporan terkait sensor internet di berbagai negara dan menyelenggarakan konferensi tahunan RightsCon yang membahas isu-isu hak asasi manusia dalam konteks teknologi. Organisasi ini terdaftar sebagai badan nirlaba 501(c)(3).[4] Access Now memindahkan kantor pusatnya ke New York pada awal tahun 2022.[1]
Sejarah
Access Now didirikan oleh Brett Solomon, Cameran Ashraf, Sina Rabbani, dan Kim Pham pada 2009, setelah pemilihan presiden Iran pada tahun yang sama.[5][6] Selama protes yang berlangsung setelah pemilihan tersebut, Access Now menyebarkan rekaman video yang berasal dari Iran.[6] Sejak saat itu, organisasi ini melakukan kampanye untuk menentang penutupan internet,[7]sensor daring,[8] potensi risiko terhadap hak privasi dalam perjanjian perdagangan internasional,[9] serta pengawasan pemerintah.[10] Access Now juga mendukung penggunaan enkripsi dan regulasi keamanan siber yang terbatas.[11][12]
Kegiatan
Hingga tahun 2025, Access Now beroperasi sebagai organisasi 501(c)(3) dengan staf dan kegiatan yang tersebar di Brussels, San José (Kosta Rika), Tunis, serta memiliki kehadiran tambahan di Berlin, Delhi, Nairobi, dan Manila.[13]
RightsCon
RightsCon adalah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Access Now dan berfokus pada dampak teknologi terhadap hak asasi manusia.[14][15] dengan demikian bergantian antara Silicon Valley dan sebuah kota di Global South. Setelah diadakan di Brussels dan Toronto, RightsCon 2019 berlangsung di Tunis, Tunisia (11-14 Juni). [16][17] Konferensi pertama diadakan di Rio de Janeiro, Brasil (2012), Silicon Valley (2014), Manila, Filipina (2015), dan Silicon Valley (2016).[18] Konferensi ini bergantian antara Silicon Valley dan kota-kota di Global South.[18] Setelah diadakan di Brussels dan Toronto, RightsCon 2019 diadakan di Tunis, Tunisia,[16][17] yang menghadirkan aktivis dan pemangku kepentingan global untuk mendiskusikan isu-isu terkait hak asasi manusia dan digitalisasi, termasuk ujaran kebencian, kebebasan berekspresi, kecerdasan buatan, privasi dan keamanan data, pemerintahan terbuka, demokrasi, serta akses digital.[19] RightsCon 2020 dan 2021 dilaksanakan secara daring akibat pandemi COVID-19.[20][21][22] RightsCon tahun 2022 kembali diadakan secara daring.[23][24] RightsCon 2023 berlangsung di San José, Kosta Rika, dan RightsCon 2025 di Taipei, Taiwan.[25]
↑"RightsCon - Experience". RightsCon Summit Series (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-01-25. Diakses tanggal 2022-04-03.