Orang tua Abraham Patras berasal dari Prancis, ia sendiri lahir di sana. Mereka mengungsi ke Belanda setalah ditariknya kembali Maklumat Nantes, maka sebagai kaum Huguenot mereka mengungsi ke Belanda.
Patras mengambil pekerjaan di kantor dengan seorang pedagang di Amsterdam yang bernama Nathaniël Gauthier (sesama Huguenot), namun ia kemudian berangkat ke Hindia dengan kapal Hobree pada 4 Januari 1690, di mana ia tercatat sebagai seorang prajurit cabang Enkhuizen dari Perusahaan Hindia Timur Belanda.
Pada tahun 1691, ia berusaha mengubah karier dan memperoleh posisi sementara sebagai agen di Batavia. Pada tahun 1695, ia menjadi asisten/sekretaris administrasi pengelolaan tanah milik orang Tionghoa di Pulau Ambon. Pada tahun 1698, ia ditugaskan menangani urusan anak-anak dan pernikahan.
Ia menikah pada tahun 1699 dengan putri seorang pejabat Dewan Kehakiman di Ambon. Istrinya meninggal dunia pada 16 Desember 1700. Satu-satunya anak perempuannya juga meninggal pada usia muda.
Menanjak melalui berbagai tingkatan
Patras diangkat menjadi anggota Dewan Kehakiman pada tahun 1700, dan pada tahun 1703, ia bekerja sebagai wakil sekretaris ( onderkoopman ) untuk Gubernur Kepulauan Maluku . Pada tahun 1707, ia menjadi Kepala (opperhoofd ) pos perdagangan di Jambi,, di mana markasnya diserang. Meskipun terluka parah di punggung, ia berhasil selamat. Ia menjadi pedagang, kemudian Kepala Faktur di Palembang pada tahun 1711. Pada tahun 1717, ia dipromosikan menjadi Pedagang Utama ( opperkoopman ) sekaligus Pejabat berwenang ( gezaghebber ) di pantai barat Sumatra . Pada tahun 1720, ia dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal Keuangan untuk Hindia Belanda ( visitateur-generaal van Nederlands-Indië ). Pada tahun 1721, ia dikirim sebagai utusan ke Jambi . Pada tahun 1722, ia diangkat sebagai wakil pengawas keluar masuk barang dari benteng di Batavia . Pada tahun 1724, ia memperoleh jabatan yang sangat menguntungkan sebagai Kepala pos dagang Benggala Belanda . Pada tahun 1731, ia diangkat sebagai anggota luar biasa (yakni anggota tambahan/kooptasi) Dewan Hindia . [1]
Gubernur Jenderal
Pada 10 Maret 1735, Gubernur JenderalDirck van Cloon meninggal dunia, secara mengejutkan Patras dicalonkan sebagai Gubernur Jenderal. Ia belum pernah menjadi anggota penuh Dewan Hindia, sehingga hal ini merupakan yang pertama kali terjadi, dan disebabkan oleh posisinya sebagai kandidat kompromi setelah terjadi kebuntuan dalam pemungutan suara. Ia sebenarnya tidak berminat menerima jabatan tersebut dalam kondisi seperti itu, namun bersedia menjabat sampai ditentukan kandidat yang lebih tepat. Pada 11 Maret 1735 , ia diangkat sebagai Gubernur Jenderal sementara, sebuah keputusan yang kemudian disetujui oleh para Direktur Perusahaan Hindia Timur.
Selama masa jabatannya yang singkat, tidak ada keputusan penting yang diambil. Meskipun ia adalah seorang pemimpin yang kompeten dan telah mengumpulkan banyak pengetahuan praktis tentang wilayah tersebut, usianya yang berumur 64 tahun kemungkinan membuatnya tidak menjadi Gubernur Jenderal yang terlalu berpengaruh.
Ia meninggal dua tahun setelah pengangkatannya pada malam tanggal 3 Mei 1737. [2] Ia dimakamkan di Batavia pada tanggal 6 Mei 1737. Jabatan gubernur jenderal diambil alih oleh Adriaan Valckenier .