Abe no Nakamaro (阿倍 仲麻呂code: ja is deprecated , ca698 – c. 770), juga dikenal dengan nama Tionghoanya, Chao Heng (Hanzi:晁衡; dieja Chōkō di Jepang) adalah seorang cendekiawan dan penyair waka Jepang dari zaman Nara. Ia pernah bertugas dalam misi utusan Jepang ke Tiongkok pada masa Dinasti Tang dan kemudian menjabat sebagai duhu (gubernur wilayah protektorat) di Annam (wilayah Vietnam saat ini).[1]
Karir
Ia merupakan anggota delegasi Jepang untuk misi diplomasi ke Dinasti Tang (Kentōshi) bersama Kibi no Makibi[2] dan Genbō.[3] Mereka kembali ke Jepang sementara Abe tidak.
Di Tiongkok, Abe mengikuti ujian kenegaraan. Pada sekitar 725, ia bekerja di berbagai jabatan administrasi dan diangkat di Luoyang pada 728 sampai 731. Pada 733, ia menerima Tajihi Hironari yang memimpin misi diplomatik Jepang.
Abe merupakan teman baik dari beberapa penyair Tiongkok seperti Li Bai dan Wang Wei, Zhao Hua, Bao Xin, dan Chu Guangxi.[1] Selama di Tiongkok, Nakamaro dikenal dengan nama Chao Heng (Hanzi:晁衡/朝衡). Ketika kapal Nakamaro karam, Li Bai dengan keliru mengira Nakamaro telah meninggal dan menulis sebuah syair untuk merenungkannya (berkata bahwa kapalnya telah mengarungi sekitar Penglai, sebutan lain untuk akhirat).