Abdullah bin Tariq atau Abdullah bin Thariq merupakan Sahabat NabiMuhammad[1] yang ikut dalam rombongan pimpinan Ashim bin Tsabit ketika di utus ke kampung Adhal dan Qarah pada bulan Safar 4 Hijriah, tetapi ketika singgah di daerah Raji mereka dicegat oleh Bani Lihyan daerah antara Asfan dan Mekah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 625 M.
Rombongan 10 sahabat Nabi tersebut dikepung 200 prajurit musuh dengan 100 pemanah, hingga ke sebuah bukit dan dihujani panah. Ada 7 sahabat yang syahid terbunuh termasuk Ashim yang menolak menyerah, sementara tersisa 3 yang tertangkap yakni Abdullah bin Thariq, Zaid bin ad-Datsinah serta Khubaib bin Adi. Abdullah yang tangannya diikat, mengatakan bahwa ini perjanjian buruk, mencoba melawan tetapi terbunuh. Tersisa berdua sahabat yang dijual kepada orang-orang yang dendam atas kekalahan dalam Perang Badar.[2]
Mereka berdua syahid di tangan orang-orang kafir Quraisy.[3]
Referensi
↑Mubarakpuri, The sealed nectar: biography of the Noble Prophet , pp. 350-351.