Ini adalah nama Melayu; nama "Umar" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Abdul Aziz". Kata bin (b.) atau binti (bt.), jika digunakan, berarti "putra dari" atau "putri dari".
Abdul Aziz bin Haji Umar (lahir 20 Maret 1936) adalah seorang aristokrat dan politikus Brunei yanh memegang sejumlah besar jabatan dalam pemerintahan Brunei. Sebelum itu, ia menjabat sebagai menteri komunikasi, menteri pendidikan, dan menteri kesehatan. Memulai kariernya dalam pelayanan sipil dengan pelantikan pertamanya pada 1964, ia memegang berbagai jabatan sampai kemerdekaan Brunei pada 1984, termasuk menjabat sebagai pelaksana jabatan menteri besarcode: ms is deprecated dari 1981 sampai 1983.
Abdul Aziz diakui sebagai menteri pendidikan Brunei pertama dan menteri besar kolonial terakhirnya. Sebagai salah satu 'kepala pendiri' negara tersebut, ia menjadi bagian dari sekelompok orang Brunei dengan pendidikan Barat yang berkontribusi signifikan pada pembangunan negara setelah meraih kemerdekaan.[1] Selaku advokat utama untuk mengadopsi Melayu Islam Berajacode: ms is deprecated (MIB) sebagai filsafat nasional Brunei, Abdul Aziz memainkan peran penting dalam mengintegrasikan konsep tersebut dalam sistem pendidikan negara tersebut. Ia juga memegang jabatan penting, yang meliputi ketua Badan Investasi Brunei (BIA), dan anggota Dewan Suksesi Kerajaan, Dewan Penasehat dan Majelis Agama Islam Brunei (MUIB). Sejak 15 Mei 1998, ia menjabat sebagai wakil ketua dewan kepercayaan di Oxford Centre for Islamic Studies, Universitas Oxford.[2]
Mani, A. (1998). Sachsenröder, Wolfgang; Frings, Ulrike Elisabeth (ed.). "Brunei"(PDF). Political Party Systems and Democratic Development in East and Southeast Asia: Southeast Asia. Aldershot: Ashgate Publishing: 98–156. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2023-04-04. Diakses tanggal 2025-01-11– via Ritsumeikan Asia Pacific University.