Sinopsis
Pada usianya yang ke-18, Anjali Thapar, yang lahir dan tinggal di Amerika Serikat, terus-menerus bermimpi tentang kehidupan paralel di India: kuil Dewi Maa Durga, dan beberapa pria bersenjata pedang yang menunggang kuda. Ia dan ibunya berkonsultasi dengan seorang pendeta Hindu, yang menyarankan agar mereka pergi ke India untuk menjernihkan masalah ini karena hal tersebut diyakini berkaitan dengan kehidupan masa lalunya.
Ayah Anjali, Tuan Sameer Thapar, hanya akan mengizinkannya pergi ke India apabila Anjali bersedia menikahi pria pilihannya, sehingga Anjali memutuskan untuk melarikan diri. Sang ayah lalu memberi tahu pamannya, seorang perwira CBI yang tegas, DCP Sikander Baksh, yang segera memburu Anjali. Dalam pelariannya, Anjali bertemu dengan pencuri mobil bernama Karan dan pamannya. Ia kemudian memulai perjalanannya menelusuri kehidupan masa lalu sebagai Nandini, kekasih seorang pejuang kemerdekaan bernama Abhay, yang tewas di tangan pengkhianat pendukung Inggris, Tejeshwar Singhal.
Namun, baik Karan maupun Anjali tidak menyadari konsekuensi dari perjalanan mereka. Keduanya tiba di sebuah perkemahan kampus dengan menyamar sebagai suami istri. Di sana, para mahasiswi dan profesor memberi mereka pakaian baru dan memperlakukan mereka dengan penuh kasih. Keduanya lalu melarikan diri dari perkemahan pada pagi hari dan berpapasan dengan seorang pemimpin geng, Rudra Singh, yang diingat Anjali sebagai pemimpin preman yang pernah menyerangnya di sebuah hotel tua.
Rudra beserta kroni-kroninya menyandera mereka berdua dan mengancam agar mereka memberitahukan lokasi mobil curian tersebut, karena di dalamnya terdapat senjata ilegal senilai 50 juta rupee.
Anjali membawa para perampok itu jauh ke dalam hutan dan menyuruh Karan untuk lari. Namun, Karan menolak dan mulai berlari sambil menarik tangan Anjali. Para preman itu kemudian menyerang mereka berdua; Karan terluka parah dan ditinggalkan begitu saja agar mati di dekat tepi sungai. Ia jatuh ke sungai karena bahunya terkena peluru.
Anjali kemudian dibawa ke sebuah vila besar. Rudra Singh meninggalkannya sendirian di dalam sebuah kamar besar setelah menamparnya dengan penuh amarah. Anjali berteriak, mengatakan bahwa Karan masih hidup dan akan kembali. Rudra Singh lalu pergi untuk menjemput keponakannya, Rajvir.
Terungkap bahwa Karan berhasil diselamatkan oleh seorang dokter tua yang telah mengenal Tejeshwar pada masa lalu. Dokter tersebut menceritakan kebrutalan Tejeshwar semasa menjadi perwira polisi Inggris yang tega membunuh para pengunjuk rasa tak bersalah.
Sementara itu, Anjali melihat potret Singhal di vila tersebut dan mulai memikirkan jalan keluar. Ia bergumam bahwa Tejeshwar akan segera hancur, lalu berdiri menyendiri di sudut ruangan. Di tempat lain, Tejeshwar sedang berpidato saat berkampanye untuk pemilihan umum mendatang bersama putra-putranya dan seorang asisten. Segera setelah kampanye berakhir, Rajvir tiba di vila bersama para premannya, yang mengantarnya untuk menemui Anjali.
Anjali mengancam Rajvir agar melepaskannya dan menyangkal mengetahui apa pun ketika Rajvir bertanya tentang barang-barang mereka. Terkesan dengan gadis remaja yang cantik dan garang tersebut, Rajvir justru menegur pamannya serta para preman, lalu meminta maaf kepada Anjali atas perilaku kasar mereka. Setelah menyuruh anak buahnya pergi, Rajvir memperkenalkan diri, dan Anjali membalasnya.
Rajvir mencium punggung tangan Anjali, lalu Anjali bertanya tentang pria yang ada di potret. Rajvir menceritakan tentang ayahnya, dan Anjali menyatakan keinginannya untuk bertemu. Rajvir setuju, lalu mereka berdua menghadiri perayaan ulang tahun malam itu yang diadakan untuk menghormati Tejeshwar.
Anjali sangat bahagia saat melihat Karan ternyata masih hidup dan berada di sana setelah dijemput oleh paman Anjali. Mereka pun mulai merencanakan kejatuhan Tejeshwar. Di sisi lain, Rajvir jatuh cinta pada Anjali. Bmw (Shakti Kapoor) kemudian datang menyamar sebagai ayah Anjali; ia menyombongkan kekayaannya sehingga Tejeshwar dengan senang hati menyetujui perjodohan Rajvir dan Anjali.
Pada malam yang sama, Anjali dengan cerdik berhasil memancing informasi dari Rajvir mengenai brankas rahasia tempat penyimpanan uang gelap mereka. Namun, Rajvir memergokinya dan berusaha membunuh Anjali. Saat Rajvir menyerangnya dengan pecahan botol anggur, Karan datang tepat pada waktunya dan membunuh Rajvir demi menyelamatkan Anjali. Paman Rajvir kemudian dituduh sebagai pembunuhnya dan ditinggalkan oleh anggota keluarga yang sedang berduka.
Pada akhirnya, seluruh kiriman ilegal milik Tejeshwar berhasil dihancurkan. Ketika Tejeshwar mencoba melarikan diri dari India dengan menculik Anjali dan Bmw, Karan bersama pihak kepolisian menyerang helikopter Tejeshwar menggunakan helikopter lain. Sambil menyelamatkan Anjali, polisi menembak mati Tejeshwar dan putra sulungnya. Sikandar Baksh kemudian dengan bangga menyerahkan surat pembebasan untuk Karan. Saat Karan dan Anjali menatapnya dengan terkejut, Sikandar memborgol tangan mereka berdua dengan satu borgol yang sama, menyatukan mereka untuk selamanya