Sebagai anak usaha dari Carnival Corporation & plc
Pada tahun 2001, P&O Princess Cruises mengakuisisi sisa saham AIDA yang belum mereka pegang dan bisnis pariwisata yang terasosiasi dengan Seetours International.[6] Pada tahun 2003, P&O Princess bergabung dengan Carnival Corporation untuk membentuk Carnival Corporation & plc, operator kapal pesiar terbesar di dunia.[2]
Pada tahun 2004, bisnis pariwisata Seetours yang telah diakuisisi oleh P&O diubah namanya menjadi AIDA Cruises.[7]
Pasca penggabungan, kendali AIDA Cruises diserahkan ke Costa Cruises Group, salah satu anak usaha Carnival Corporation & plc yang bertanggung jawab mengelola merek milik Carnival di Eropa.[7][8] AIDA Cruises kini adalah salah satu dari sepuluh merek yang dimiliki oleh Carnival Corporation & plc yang berkantor pusat di Miami, Florida. AIDA Cruises pun menyumbang 6,5% dari total pendapatan Carnival[9] dan telah dipimpin oleh Presiden Felix Eichhorn sejak tanggal 1 September 2015.[10]
Pada bulan Oktober 2017, AIDAcara berangkat dari Hamburg sebagai pelayaran dunia pertama dari perusahaan ini. Kapal tersebut kembali ke Hamburg pada tanggal 10 Februari 2018 setelah berlayar selama 116 hari.[11] Kapal tersebut menyinggahi Southampton, Lisbon, Madeira, Rio de Janeiro, Ushuaia, Easter Island, Tahiti, Singapura, Maladewa, dsb.[12] Pada tanggal 8 Oktober 2018, AIDAaura berangkat dari Hamburg sebagai pelayaran dunia kedua dari perusahaan ini. Dalam pelayaran selama 117 hari, kapal tersebut menyinggahi 41 pelabuhan di 20 negara di empat benua.[13] Sejumlah daerah yang baru pertama kali disinggahi oleh kapal tersebut antara lain Afrika Selatan, Namibia, Melbourne, Tasmania, Fiji, Samoa, dan Kaledonia Baru.[14]
Pada bulan Desember 2018, AIDA meluncurkan AIDAnova, kapal pesiar pertama yang sepenuhnya ditenagai dengan LNG.[15] Sebelumnya, pada bulan Mei 2016, AIDAprima dan AIDAsol menjadi dua kapal pertama milik AIDA yang dapat ditenagai dengan LNG.[16] Pada bulan Agustus 2019, AIDA meneken perjanjian dengan Corvus Energy untuk memasang sistem penyimpanan baterai guna mengelektrifikasi kapalnya.[17] Pada bulan Oktober 2019, AIDA mengumumkan bahwa mereka akan menguji teknologi sel bahan bakar baru untuk kapal pesiar berskala besar di atas AIDAnova paling cepat pada tahun 2021.[18]
Sejarah AIDA Cruises[4]
| Nama perusahaan |
Tahun |
| VEB Deutsche Seereederei Rostock (DSR) | 1952–1974 |
| VEB Deutfracht/SeereedereiRostock | 1974–1990/1993 |
| Deutsche Seereederei Touristik & Seetours | 1994–1997 |
| Arkona Touristik | 1998–1999 |
| AIDA Cruises | 1999-sekarang |