Pada kawasan kecerdasan buatan, masalah yang paling sulit secara informal disebut sebagai AI-komplet (bahasa Inggris:AI-completecode: en is deprecated ) menyiratkan bahwa kesukaran akan masalah komputasi ialah setara dengan memecah masalah utama kecerdasan buatan—membuat komputer secerdas manusia atau AGI.[1] Dengan memandang sebuah masalah sebagai AI-komplet, mencerminkan sikap bahwa masalah itu tidak akan dapat diselesaikan dengan algoritme yang sederhana.
Masalah AI-komplet ialah hipotesis mencakup visual komputer, pemahaman bahasa alami dan sepakat dengan keadaan yang tidak dapat diperkirakan selama memecahkan persoalan dunia riil.[2]
Di waktu ini, persoalan AI-komplet tidak dapat dipecahkan dengan teknologi komputer modern saja, namun akan memerlukan perhitungan berbasis manusia. Properti ini dapat bermanfaat bagi pengujian kehadiran akan manusia seperti pada CAPTCHA dan terhadap keamanan komputer untuk menghindari serangan brutal.[3][4]
↑Shapiro, Stuart C. (1992). Artificial Intelligence In Stuart C. Shapiro (Ed.), Encyclopedia of Artificial Intelligence (Second Edition, pp.54–57). New York: John Wiley. (Section 4 pada "AI-Complete Tasks".)
↑Roman V. Yampolskiy. Turing Test as a Defining Feature of AI-Completeness. In Artificial Intelligence, Evolutionary Computation and Metaheuristics (AIECM) --In the footsteps of Alan Turing. Xin-She Yang (Ed.). pp. 3-17. (Chapter 1). Springer, London. 2013.