Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (September 2023)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
3-Iron (빈집, Bin-jip, berarti Rumah Kosong) adalah film Korea ahun 2004 yang disutradarai oleh Kim Ki-duk. Alur ceritanya berputar di sekitar hubungan antara gelandangan muda dan ibu rumah tangga korban kekerasan. Film ini terkenal karena kurangnya dialog antara dua karakter utama.[3]
Sinopsis
Alkisah seorang lelaki yang tak memiliki tempat tinggal tetap. Baginya, hidup adalah berpindah dari satu rumah ke rumah orang lainnya (nomaden). Setiap rumah yang ia tempati adalah rumah tak berpenghuni yang ditinggal untuk beberapa saat oleh si pemiliknya. Si lelaki memastikan tempat tinggal yang hendak ia tempati dengan cara yang cukup unik. Setiap pagi ia menggantungkan selebaran di tiap gagang pintu rumah atau apartemen incarannya untuk kemudian datang kembali beberapa hari setelahnya. Bila selebaran tersebut tak tersentuh, maka bisa dipastikan bahwa rumah incarannya itu tak berpenghuni. Kalau sudah begitu, dengan percaya diri ia akan memasuki dan bermalam di rumah tersebut.
Anehnya, ia tak mencuri barang-barang berharga. Justru dengan santainya ia seolah berperilaku layaknya si empunya rumah. Dia hanya melakukan kegiatan sehari-hari di sana seperti makan, mandi, menonton tv bahkan melakukan pekerjaan rumah seperti merawat tanaman dan mencuci pakaian kotor yang punya rumah. Anehnya lagi, ia juga kerap membetulkan peralatan rumah yang rusak seperti jam dinding, timbangan, radio. Dia tak melakukan hal-hal jahat karena niatnya hanyalah menumpang tidur semalaman dalam rumah tersebut.
Sampai suatu hari saat ia masuk ke sebuah rumah mewah yang besar, ia mengira rumah tersebut kosong karena selebaran masih ada di tempat semula. Namun ternyata dalam rumah ini ada seorang wanita cantik tetapi dengan wajah babak belur. Wanita itu ternyata dia adalah seorang istri yang selalu menjadi bulan-bulanan oleh sang suami. Si wanita yang melihat ada orang asing menyusup ke dalam rumahnya, tak ada ribut-ribut layaknya orang 'normal' yang mendapati orang asing di rumahnya sendiri. Justru membiarkannya sambil sesekali memperhatikan apa-apa yang dilakukan oleh si lelaki ini. Karena suatu hal, mereka menjadi lebih dekat dan berujung "selingkuh" dari sang suami.