Akibat membunuh kawanan begal sebagai bentuk pertahanan diri, Ridho dijebloskan ke penjara. Selama menjadi narapidana, Ridho mengalami perlakuan tidak adil dan dianiaya oleh rekan-rekan satu selnya.
Ketika keluar dari penjara setelah 12 tahun lamanya, Ridho kesulitan mencari pekerjaan. Hanya seorang pemilik toko kelontong bernama Siti yang memberinya pekerjaan. Kemudian, Ridho teringat dengan surat yang ia terima enam tahun lalu di penjara mengenai kematian sang ibu. Ridho mencari informasi, hingga semua petunjuk tertuju kepada anak dari Siti, Annisa, yang ia cintai.