Akhiran-isme berasal dari bahasa Yunani-ismos, Latin-ismus, Prancis Kuno-isme, dan Inggris-ism. Akhiran ini menandakan suatu paham, ajaran, atau kepercayaan. Beberapa agama yang bersumber kepada kepercayaan tertentu juga memiliki akhiran -isme.
Pada mulanya sufiks -isme memang dipungut dari bahasa asing, akan tetapi lambat laun afiks itu menjadi produktif, sehingga bentuk -isme dianggap layak diterapkan juga pada dasar kata Indonesia.[1] Selama afiks asing itu bermanfaat dan bahasa Indonesia tidak memiliki padanan dalam bentuk -nya yang tepat, afiks itu dapat diterima seperti halnya bahasa Indonesia pernah menerima sufiks -wan/-wati/-man. Jika imbuhan Indonesia dapat mengungkapkan konsep yang sama, afiks asing itu tidak perlu dipakai.