Ọlọrun (arti bahasa Yoruba: Pemilik Surga) adalah Tuhan tertinggi di antara tuhan-tuhan lain yang diyakini oleh suku Yoruba di Nigeria dan Togo. Dalam keyakinan suku Yoruba, Ọlọrun memiliki penggambaran yang tidak antropomorfisme dan tidak disembah dalam kuil. Namun Ọlọrun memiliki dua putra bernama Olokun dan Obatala yang mengurusi persoalan di langit Bumi dan permukaan Bumi. Suku Yoruba memuja Ọlọrun tiap pagi dengan ucapan "Terima kasih kepada Ọlọrun" dan tiap sore hari dengan ucapan "Semoga Ọlọrun melindungimu".
Penamaan dan penggambaran
Nama Ọlọrun berasal dari dua kata dalam bahasa Yoruba yaitu Ọl yang berarti pemilik dan Ọrun yang berarti surga.[1]Suku Yoruba umumnya menyebut Ọlọrun dengan nama Tuan Surga atau Pemilik Langit.[2] Ọlọrun memiliki penggambaran yang tidak antropomorfisme bila dibandingkan dengan tuhan-tuhan lain dalam keyakinan suku Yoruba.[1] Wujud Ọlọrun juga tidak diwakilkan karena tidak ada patung yang dibuat untuk menampilkan sosoknya.[3]
Kedudukan
Ọlọrun berkedudukan sebagai Tuhan tertinggi dalam keyakinan suku Yoruba di Nigeria dan Togo serta daerah di sekitar kedua negara tersebut.[4] Kedudukan Ọlọrun dalam keyakinan suku Yoruba ialah sebagai Tuhan pemilik langit.[5] Ọlọrun berkedudukan sebagai Tuhan tertinggi di antara para tuhan yang disembah oleh suku Yoruba. Para tuhan lainnya disebut Orishas. Kemampuan Ọlọrun sebagai Tuhan tertinggi yang menjadi sumber dari segala kekuatan di alam semesta.[6] Ọlọrun menjadi pemimpin dari para tuhan lainnya yang diyakini oleh suku Yoruba.[1]
Keturunan
Ọlọrun memiliki anak laki-laki yang bernama Olokun dan Obatala. Olokun merupakan anak pertama Ọlọrun. Sedangkan Obatala merupakan anak kedua Ọlọrun. Olokun diberi kekuasaan oleh Ọlọrun atas wilayah berkabut dan berair di bawah langit Bumi.[7] Sementara itu, Obatala digelari sebagai Raja Kain Putih. Obatala diyakini sebagai pencipta tubuh manusia dan menjadi wakil bagi Ọlọrun di permukaan Bumi.[8]
Penyembahan dan pemujaan
Ọlọrun tidak disembah di dalam kuil peribadatan dan tidak ada ritual keagamaan yang dipimpin oleh pendeta dalam penyembahannya. Penyembahan Ọlọrun hanya dilakukan ketika terjadi situasi mendesak dan darurat.[9] Namun nama Ọlọrun dipuja sebagai salam pagi dan salam sore oleh suku Yoruba. Pada pagi hari, seorang anggota suku Yoruba yang baru bangun akan mengucapkan "Terima kasih kepada Ọlọrun". Ucapan terima kasih diberikan sebagai kesyukuran kepada langit atas sinar matahari. Kemudian pada sore hari, seorang anggota suku Yoruba akan mengatakan "Semoga Ọlọrun melindungimu" yang merupakan permohonan kepada cakrawala karena tetap berada di atas pada malam hari dan melindungi Bumi sebagai atap dunia.[10]
Referensi
Catatan kaki
123Asante, M. K., dan Mazama, A., ed. (2009). Encyclopedia of African Religion (dalam bahasa Inggris). Vol.1. Thousand Oaks: SAGE Publications. hlm.xxvi. ISBN978-1-4129-3636-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)