Fraksi PKS MPR Soroti Ekonomi Syariah sebagai Solusi Krisis Ekonomi Nasional
Fraksi PKS MPR RI menyoroti ekonomi syariah sebagai solusi untuk mengatasi krisis ekonomi nasional. Ketua Fraksi PKS MPR RI, Tifatul Sembiring, menegaskan bahwa sistem ekonomi syariah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah membawa prinsip keseimbangan dan keadilan. Ekonomi syariah dinilai mampu menjadi alternatif solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional.
Ekonomi Syariah sebagai Solusi Krisis Ekonomi
Tifatul Sembiring mengungkapkan bahwa dominasi sistem kapitalis global saat ini kerap merusak rantai rezeki alami melalui monopoli harta dan eksploitasi sumber daya. “Islam memandang harta sebagai amanah untuk kemaslahatan, bukan untuk dimonopoli. Potensi industri halal global, mulai dari makanan hingga pariwisata, sangatlah masif. Namun, Indonesia menghadapi tantangan besar karena tingkat literasi Al-Qur’an dan pemahaman syariah masyarakat masih perlu terus ditingkatkan,” ujarnya dalam acara yang berlangsung di Kota Depok, Jawa Barat.
Acara ini dihadiri oleh praktisi kebijakan, akademisi, dan regulator untuk membahas tantangan ekonomi dari perspektif Islam. Tifatul Sembiring menambahkan bahwa ekonomi syariah harus dibangun secara struktural, bukan sekadar respons musiman, agar mampu menjadi challenge positif terhadap sistem ekonomi global.
Tantangan dan Peluang Ekonomi Syariah
Indonesia tengah menghadapi situasi ekonomi global yang rentan, ditandai dengan fenomena ‘triple deficit’, yakni defisit fiskal, defisit neraca perdagangan, serta defisit neraca pembayaran. Sekretaris Jenderal DPP PKS, M. Kholid, memaparkan bahwa PKS ingin menawarkan ekonomi syariah bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai terobosan nonkonvensional yang konkret untuk memperkuat fiskal dan moneter nasional.
Ketua Fraksi PKS MPR RI juga mengungkapkan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi arus baru atau engine of growth untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dr. Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina, menekankan bahwa industri halal dan keuangan syariah sebenarnya telah masuk ke dalam dokumen perencanaan nasional RPJPN dan RPJMN 2025-2029.
Mengapa Ekonomi Syariah Penting?
Ekonomi syariah dinilai penting karena dapat membawa prinsip keseimbangan dan keadilan dalam sistem ekonomi. Dr. Banu Muhammad, Kepala Klaster Dana Sosial Islam PEBS FEB Universitas Indonesia, menyoroti ketimpangan masif antara potensi dan realisasi dana sosial Islam di Indonesia. Potensi zakat nasional mencapai Rp 327 triliun, namun realisasinya baru sekitar Rp 41 triliun.
Dr. Setiawan Budi Utomo, Direktur Spesialis Riset dan Widyaiswara Otoritas Jasa Keuangan, menekankan bahwa keuangan syariah harus bertransformasi dari sekadar kepatuhan syariah menjadi kompetensi syariah. Langkah ini dinilai krusial untuk mendongkrak pangsa pasar sektor tersebut yang hingga kini masih tertahan di angka satu digit.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski memiliki potensi besar, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an dan pemahaman syariah masyarakat. Dengan demikian, ekonomi syariah dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi krisis ekonomi nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8566170/fraksi-pks-mpr-bedah-ekonomi-syariah-sebagai-solusi-masalah-ekonomi-negara, without altering the facts of the original article.