Pertamina Pangkas Harga Avtur, Berikut Dampaknya
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga telah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Salah satu penyesuaian harga yang dilakukan adalah penurunan harga avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Harga avtur turun sebesar Rp 3.000 per liter, dari sebelumnya Rp 22.190 per liter menjadi Rp 19.190 per liter. Penurunan harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Pertamina.
Fakta Penyesuaian Harga
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dilakukan berdasarkan dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Pertamina juga melakukan penyesuaian harga untuk tiga produk BBM non subsidi, yakni Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53). Harga Pertamax Turbo turun dari Rp 20.750 per liter menjadi Rp 19.300 per liter, Dexlite turun dari Rp 23.000 per liter menjadi Rp 19.700 per liter, dan Pertamina Dex turun dari Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter.
Mengapa Penyesuaian Harga Dilakukan?
Penyesuaian harga ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Pertamina. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Pertamina untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dengan dinamika harga pasar minyak dunia. Penyesuaian harga ini juga bertujuan untuk menjaga daya saing dan meningkatkan efisiensi operasional.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Penurunan harga avtur dan BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada industri penerbangan dan meningkatkan efisiensi operasional. Penurunan harga avtur dapat membantu mengurangi biaya operasional penerbangan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Selain itu, penurunan harga BBM nonsubsidi juga dapat membantu meningkatkan daya saing industri dan meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan penyesuaian harga ini, Pertamina berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing industri. Penyesuaian harga ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertamina akan terus memantau dinamika harga pasar minyak dunia dan melakukan penyesuaian harga yang diperlukan untuk menjaga daya saing dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan demikian, Pertamina dapat meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan daya saing industri, serta memberikan dampak positif pada perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8129118/selain-bbm-nonsubsidi-pertamina-pangkas-harga-avtur, without altering the facts of the original article.