Kini Shirahama Tanpa Panda, Bagaimana Nasib Wisata Alamnya?
Shirahama, sebuah kota kecil di Prefektur Wakayama, Jepang, kini memasuki babak baru dalam sejarahnya. Setelah hampir tiga dekade menjadi rumah bagi panda raksasa, kota ini harus beradaptasi dengan kepergian empat panda betina, Rauhin beserta tiga anaknya, Yuihin, Saihin, dan Fuhin, yang dipulangkan ke China pada 28 Juni 2025. Keberadaan panda selama ini menjadi magnet utama yang menarik jutaan wisatawan ke kota tersebut. Namun, dengan kepergian mereka, muncul pertanyaan tentang nasib wisata alam di Shirahama.
Kronologi Kepergian Panda
Kepergian panda-panda tersebut merupakan bagian dari program penelitian dan pengembangbiakan bersama antara Jepang dan China yang telah berlangsung sejak 1994. Selama hampir tiga dekade, Adventure World di Shirahama berhasil membesarkan 17 anak panda, menjadikannya fasilitas dengan jumlah kelahiran panda terbanyak di luar China. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya konservasi dan penelitian, tetapi juga sebagai sarana diplomasi antara kedua negara, yang dikenal sebagai “diplomasi panda”.
Apa yang Terjadi Setelah Kepergian Panda
Setelah panda-panda tersebut dipulangkan, jumlah wisatawan keluarga memang sempat menurun. Namun, wisatawan yang datang untuk menikmati pemandian air panas tetap menunjukkan minat tinggi. Pemerintah daerah dan pelaku wisata optimistis bahwa Shirahama masih memiliki banyak potensi lain untuk menarik pengunjung. Adventure World juga bergerak cepat dengan menghadirkan berbagai inovasi untuk menarik pengunjung, seperti menampilkan koleksi satwa lain, seperti singa, gajah, harimau, lumba-lumba, dan penguin.
Mengapa dan Dampak Kepergian Panda
Kepergian panda-panda tersebut memiliki dampak signifikan pada industri pariwisata di Shirahama. Selama ini, panda menjadi daya tarik utama yang mendongkrak kunjungan wisata. Namun, menurut Profesor Universitas Kokugakuin, Hirokazu Kobayashi, daya tarik panda memang mampu mendongkrak kunjungan wisata, tetapi efeknya bersifat sementara. Strategi yang terlalu bergantung pada satu atraksi hanya memberikan manfaat terbatas dalam jangka panjang. Shirahama selalu memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan daripada sekadar panda.
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Jepang dan China diketahui mengalami ketegangan akibat perselisihan diplomatik terkait Taiwan. Hal ini juga mempengaruhi keputusan untuk tidak menghadirkan kembali panda ke Jepang dalam waktu dekat. Oleh karena itu, para ahli menilai bahwa daerah-daerah yang selama ini mengandalkan panda sebagai daya tarik wisata perlu menemukan cara baru untuk menarik sekaligus mempertahankan kunjungan wisatawan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan kepergian panda, Shirahama harus mencari cara baru untuk mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan. Pemerintah daerah dan pelaku wisata harus bekerja sama untuk mengembangkan potensi wisata alam lainnya, seperti pemandian air panas dan koleksi satwa lainnya. Dengan inovasi dan strategi yang tepat, Shirahama dapat terus menarik pengunjung dan mempertahankan posisinya sebagai kota wisata yang menarik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8553234/setelah-panda-pulang-ke-china-apa-yang-tersisa-dari-shirahama, without altering the facts of the original article.