Rano Karno Beri Bocoran Nasib TPST Bantargebang, Begini Update Terbaru

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat tidak akan lagi menerapkan sistem open dumping atau metode pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengelolaan yang memadai mulai Agustus 2026. Rano Karno menyebutkan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membenahi tata kelola sampah, sekaligus mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, perubahan sistem pengelolaan sampah tersebut menjadi salah satu pekerjaan besar yang tengah dipersiapkan Pemprov DKI.

Fokus pada Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik

Rano Karno menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus menggencarkan sosialisasi program Jakarta Pilah Sampah di seluruh wilayah. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga langsung kepada masyarakat di tingkat wilayah. Menurutnya, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. “Tentu kita melakukan sosialisasi, tapi sebetulnya bukan di sini sosialisasi. Di setiap wilayah sudah kita lakukan. Bahkan juga TPST-TPST juga kita siapkan,” ujarnya.

Mengurangi Ketergantungan pada TPST Bantargebang

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Rano Karno menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan infrastruktur pengolahan sampah melalui pembangunan tiga Intermediate Treatment Facility (ITF) di sejumlah lokasi, termasuk di Sunter. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang. “Kemudian teknologi kita akan bangun tiga ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, kemudian di beberapa tempat,” ucap Rano.

Mengapa Perubahan Sistem Pengelolaan Sampah Penting?

Menurut Rano Karno, keberhasilan perubahan sistem pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, ia kembali mengajak warga mulai membiasakan memilah sampah dari rumah sebagai langkah awal mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan. “Memang kita harus membagi setiap wilayah. Sudah tidak mungkin lagi crossing sampah ke dulu kan ke Bekasi. Itu berarti melewati semua akses wilayah. Sekarang ini kita harus bagi di tempat itu,” ucapnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Rano Karno menambahkan bahwa perubahan sistem pengelolaan sampah di TPST Bantargebang menjadi langkah awal yang penting dalam upaya membenahi tata kelola sampah di Jakarta. Namun, ia juga mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung kebijakan ini. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8069397/rano-karno-ungkap-nasib-baru-tpst-bantargebang, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *