Memasuki periode kedua di DPRD DKI Jakarta, Zita menduduki jabatan baru sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. Dalam rangka menjalankan tugas itu, ia memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya di DPRD DKI Jakarta
Biografi
Zita Anjani adalah anak kedua dari empat bersaudara, lahir di Jakarta pada 12 Maret 1990. Ia merupakan putri dari pasangan Zulkifli Hasan dan Soraya Zulkifli Hasan.[2]
Zita menyelesaikan pendidikan S1 Hubungan Internasional di Universitas Pelita Harapan. Ia kemudian melanjutkan program magister dan meraih gelar Master of Science di University College London (UCL) pada 2014.[3] Selain itu, Zita juga memiliki gelar Diploma Montessori Education dari Sunshine Teachers Training.
Pada tahun 2012, Zita Anjani menikah dengan Radityo Egi Pratama. Mereka dikaruniai tiga orang putri, yakni Kaleela Aisyah, Kaisara Alisha, dan Khala Ameena Pratama.[4] Ketika Radityo terpilih sebagai Bupati Lampung Selatan, Zita mendampinginya suaminya dengan menjadi Ketua Tim PKK Lampung Selatan, Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, dan Bunda Forum Anak Daerah.[5]
Ia aktif dalam beberapa kegiatan internasional dan organisasi. Ia pernah menjadi delegasi Indonesia dalam CIOFF di Eropa dan menjalani program magang di World Health Organization (WHO) di Jenewa, Swiss.[butuh rujukan] Di bidang pendidikan, Zita mendirikan Yayasan Sekolah Kids Republic di Jakarta dan Yayasan Sekolah Kebangsaan di Lampung. Ia juga berperan sebagai pembina Organisasi Non-Profit Bunda Pintar Indonesia serta pendiri Universitas Indonesia Mandiri.[butuh rujukan]
Karier politik
Pada tahun 2018, Zita memutuskan terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPRD DKI Jakarta melalui Partai Amanat Nasional (PAN)[6] dan berhasil terpilih untuk periode 2019–2024.[7] Dalam periode tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta[8] dan berkontribusi dalam berbagai program sosial dan pendidikan, termasuk peningkatan honor guru PAUD, bantuan sosial, serta inisiatif penanganan pandemi COVID-19.[9]
Pada Pemilu 2024, Zita kembali terpilih sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta untuk periode 2024–2029. Namun, dalam perjalanan kariernya, ia ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, ia antara lain bertanggung jawab dalam pengembangan dan promosi sektor pariwisata nasional. Demi menjalankan tugas barunya itu, Zita memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya di DPRD DKI Jakarta.
Pengalaman organisasi
Selain aktif di pemerintahan, Zita juga menduduki posisi strategis dalam partai, di antaranya sebagai Ketua DPP PAN (2019–2024), Bendahara Umum KPPI (2021–2026), dan Wakil Ketua Umum DPP PAN (2024–2029). Pada 2023, ia mendapatkan penghargaan Ten Outstanding Young Person (TYOP) dari Junior Chamber International (JCI).[10]
Kontroversi
Pada September 2025, Zita dikabarkan membatalkan sepihak kehadirannya sebagai pembicara dalam seminar nasional di program S2 Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Buntut dari kejadian ini, Ikatan Alumni Magister Pariwisata UNPAD mendesak Presiden untuk mencopot Zita dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. Menurut panitia, mereka telah menjalin komunikasi dengan tim Zita sejak tiga bulan sebelum acara. Disebutkan bahwa Zita sebelumnya telah menyatakan kesediaannya dan mengajukan sejumlah syarat yang juga telah dipenuhi panitia, seperti penyediaan teleprompter, daftar peserta, dan tidak ada sesi tanya jawab. Sehari menjelang acara, Zita meminta kehadirannya diubah dari luring menjadi daring. Namun, di hari H kegiatan, ia ternyata tidak muncul di Zoom. Melalui ajudannya, ia kemudian menyatakan bahwa acara tersebut bertabrakan dengan agendanya yang lain. Namun, di waktu yang sama, Zita membuat unggahan story di Instagram yang memperlihatkan aktivitasnya di gym. Atas insiden tersebut, ia mengunggah pernyataan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya.[11] Menurut hasil investigasi panitia di UNPAD, peristiwa pembatalan sepihak dan mendadak oleh Zita ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, ia juga dilaporkan mangkir dari kegiatan di Ecopark Kebumen.[12]