Zetland adalah surat kabar daring Denmark yang berfokus pada kisah panjang dan artikel mendalam yang tersedia dalam format teks maupun audio. Surat kabar ini menerbitkan antara dua hingga empat artikel per hari, bersama dengan ringkasan berita pagi dan ikhtisar berita harian "Helikopter".[2][3] Sebagian artikel merupakan bagian dari suatu seri, sementara yang lain berdiri sendiri.
Sebagai layanan berbasis langganan, Zetland memiliki lebih dari 50.000 pelanggan per September 2025.[4] Pemimpin redaksinya adalah Lea Korsgaard, yang sebelumnya bekerja di Berlingske dan Politiken,[5] dan mendirikan Zetland bersama Jakob Moll, Silke Bock, dan Hakon Mosbech.[6]
Didirikan di Kopenhagen pada tahun 2012, Zetland pada awalnya membuat kisah panjang tunggal yang disebut e-singles, yang dikirim setiap bulan kepada pelanggan. Para jurnalis juga membacakan karya mereka dalam acara publik, serupa dengan Pop-Up Magazine di Amerika Serikat.[2][7][6]
Pada tahun 2015, Zetland memulai peluncuran ulang melalui kampanye urun dana yang berhasil mengumpulkan lebih dari 530.000 krona, ditambah investasi sebesar 8 juta krona. Peluncuran ulang tersebut berlangsung pada Maret 2016, ketika Zetland mulai menawarkan artikel berita harian.[6][8] Pada tahun 2016, pendapatannya mencapai 6,2 juta krona.[2] Pada tahun 2018, Zetland untuk pertama kalinya menerima dana dari dewan kebudayaan Denmark, Slots- og Kulturstyrelsen, dengan total sebesar 1,8 juta krona.[9]
Sejak peluncuran ulang tersebut, karya-karya yang menonjol mencakup wawancara dengan Menteri Kehakiman Søren Pind dan sosiolog Britania Raya Anthony Giddens.[10] Pada tahun 2017, Zetland memenangkan tiga penghargaan dari Society for News Design Scandinavias, termasuk emas dan "Best of Show" dalam kategori berita digital untuk halaman depannya, serta perak dalam kategori situs web.[11][12]
Zetland mencapai stabilitas keuangan pada tahun 2020 dengan bantuan kampanye rujukan pada tahun 2019 yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 25 persen dalam rentang satu bulan. Kampanye tersebut kemudian meraih sejumlah penghargaan, termasuk Best Idea to Grow Digital Readership or Engagement dari INMA Global Media Awards dan Best Digital Marketing Campaign for a News Brand dari WAN-IFRA European Digital Media Awards.[13][14]
Pada Mei 2020, mantan Kepala Produk Tav Klitgaard menggantikan salah satu pendiri Jakob Moll sebagai CEO, sementara Moll melanjutkan studi akademis di luar negeri.[15]
Pada tahun 2023, Zetland meluncurkan Good Tape, sebuah alat transkripsi ucapan ke teks yang awalnya dibuat untuk penggunaan internal dan kemudian dipisahkan menjadi entitas tersendiri.[16]
Model konten dan keanggotaan
Pemimpin redaksi surat kabar tersebut, Lea Korsgaard, mengaitkan pertumbuhan Zetland dengan fokusnya pada model keanggotaan, di mana para jurnalis memberikan kepada pelanggan ("anggota") gambaran di balik layar proses jurnalistik melalui artikel mereka dan secara rutin berinteraksi dengan mereka di kolom komentar—serta dengan jumlah artikel yang terbatas, sehingga situs tersebut dapat "diselesaikan" setiap hari.[17]
Zetland menawarkan seluruh artikelnya dalam format teks dan audio, dengan audio yang dengan cepat menjadi aspek paling populer dari situs tersebut. Pada tahun 2018, 60% pengguna mengonsumsi kontennya dalam bentuk audio.[18]
Pada tahun 2021, Zetland beralih dari format MP3 ke Opus untuk berkas audio artikelnya, sehingga berhasil mengurangi penggunaan lebar pita sebesar 35 persen dan menurunkan jejak karbonnya.[19][20]
Ekspansi internasional
Salah satu pendiri, Jakob Moll, kembali ke perusahaan sebagai Manajer Pengembangan pada tahun 2022, sebelum menjadi Direktur Internasional pada Oktober 2023 dan memimpin rencana ekspansi internasional Zetland.
Pada Januari 2025, Zetland meluncurkan media berita daring baru Uusi Juttu di Finlandia setelah kampanye urun dana yang sukses.[21]
Pada September 2025, perusahaan mengumumkan bahwa Bonnier News akan membeli saham mayoritas di Zetland dan bahwa perusahaan tersebut akan melanjutkan ekspansi internasionalnya di bawah kepemilikan baru.[22]
Pada Februari 2026, proyek cabang Norwegia yang diusulkan, Demo, berhasil melampaui 5.000 pendukung dalam kampanye serupa.[23] Pada saat itu, Zetland memiliki 92,5% saham perusahaan Norwegia tersebut, sementara tiga pendiri asal Norwegia memiliki sisa 7,5% saham.[24] Media berita Norwegia itu diperkirakan akan diluncurkan pada musim panas 2026.[25]
↑Hedegaard, Anne-Laura (28 September 2017). "Zetland vandt guld for hjemmeside. Nu laver de en ny"[Zetland won gold for website. Now they are doing a new one]. Journalisten.dk (dalam bahasa Dansk). Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2017. Diakses tanggal 28 Desember 2017.
↑Bruun-Hansen, Kerstin (30 September 2025). "Zetland er blevet solgt". Journalisten (dalam bahasa Dansk). Diakses tanggal 30 September 2025.
↑Aarli-Grøndalen, Roger (12 Februari 2026). "Demo har passert 5000 medlemmer". www.journalisten.no (dalam bahasa Bokmål Norwegia). Diakses tanggal 24 Februari 2026.