Sedikit yang diketahui mengenai kehidupan Zeno. Kendati ditulis pada hampir satu abad setelah berpulangnya Zeno, sumber pokok informasi riwayat hidup Zeno adalah karya Plato berjudul Parmenides[4] dan dia juga disebutkan di dalam karya Aristoteles yang berjudul Fisika.[5] Di dalam dialog Parmenides, Plato menggambarkan sebuah kunjungan ke Athena yang ditempuh Zeno dan Parmenides, ketika Parmenides berusia "kira-kira 65 tahun", Zeno berusia "hampir 40 tahun", dan Sokrates ialah "seorang pria yang masih belia".[6] Misalkan usia Socrates sekira 20 tahun dan kelahiran Sokrates adalah pada 469 SM, maka kelahiran Zeno kira-pira pada 490 SM. Plato berkata bahwa Zeno "berpostur tinggi-sedang untuk dilihat" dan "pada masa-masa mudanya ... dilaporkan disukai oleh Parmenides".[6]
↑Russell (1996 [1903]), hal. 347: "In this capricious world nothing is more capricious than posthumous fame. One of the most notable victims of posterity's lack of judgement is the Eleatic Zeno. Having invented four arguments all immeasurably subtle and profound, the grossness of subsequent philosophers pronounced him to be a mere ingenious juggler, and his arguments to be one and all sophisms. After two thousand years of continual refutation, these sophisms were reinstated, and made the foundation of a mathematical renaissance..."