M. Zein Hassan, Lc adalah seorang diplomat Indonesia pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Ia berkiprah memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Indonesia dari negara-negara Timur Tengah. Ia lahir pada 21 Februari 1916 di Maninjau, Sumatra Barat. Mengenyam pendidikan di Sumatera Thawalib Padang Panjang sampai tampat kelas VII.[1] Sesudah itu, melanjutkan kuliah ke Universitas Kairo pada 1929. Ia tercatat sebagai mahasiswa pertama asal Minangkabau dan kedua asal Indonesia. Di Kairo, ia mendirikan dan menjadi Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Perpindom).
Sejak Juli 1956 sampai Oktober 1959, bertugas memimpin perwakilan Indonesia di Damaskus. Mula-mula sebagai kuasa usaha, lalu konsul jenderal.[2] Sesudah itu, pindah menjadi kuasa usaha di Ankara, Turki tahun 1959. Pada 1964, pindah ke Paris sebagai Minister Counselor. Pada tahun 1965, ke Maroko sebagai kuasa usaha. Pada tahun 1967, kembali ke Indonesia.
Atas jasa-jasanya, ia memperoleh Bintang Satya Lencana Kemerdekaan yang diserahkan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1969. Setelah pensiun tahun 1972, ia banyak menulis tinjauan luar negeri pada majalah Panji Masyarakat . Tahun 1980, ia menerbitkan buku Perjuangan Diplomasi Revolusi yang membahas perjuangan para mahasiswa di Timur Tengah hingga berhasil memperoleh pengakuan kemerdekaan dari negara Arab
Ia meninggal di di RS Pertamina, Jakarta tanggal 26 Juni 1993. Meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.