Zainuddin Labay El Yunusy (lahir di Kanagarian Bukit Surungan,[a]Padangpanjang, tahun 1890 - meninggal di Padang, 10 Juli 1924 pada umur sekitar 34 tahun) adalah seorang ulama reformis dari Minangkabau (Sumatera Barat). Ia bersama Haji Abdul Karim Amrullah merupakan tokoh penting pada awal pendirian sekolah atau perguruan Islam modern Sumatra Thawalib di Padangpanjang, Sumatera Barat pada masa penjajahan Belanda. Di samping menjadi pengajar di sekolah tersebut, Zainuddin juga mendirikan sekolah Islam, Diniyyah School,[3] sebelum beberapa tahun kemudian Diniyyah Puteri didirikan oleh adiknya, Rahmah El Yunusiyyah.[4]
12Nagari Bukit Surungan bukan merujuk pada Kel. Bukit Surungan sekarang, karena wilayah nagari ini mencakup wilayah yang sekarang terdiri dari beberapa kelurahan yakni Bukit Surungan (kelurahan), Pasar Usang, Kampung Manggis, Silaing Atas, dan Silaing Bawah. Ada pula yang menyebutkan bahwa wilayahnya juga mencakup Pasar Baru, tapi cukup diragukan karena tidak sesuai dengan larasgrens (perbatasan laras) yang diketahui tertera pada peta topografi wilayah Padang Panjang yang diterbitkan oleh Biro Topografi Pemerintah Kolonial Belanda di Batavia pada tahun 1893,[1] berhubung Bukit Surungan juga sebagai kubu pihak Kelarasan VI Koto.[2]
↑Berhubung juga bersaudara dengan Rahmah El Yunusiyah, sehingga memiliki riwayat keluarga yang sama. Dalam buku "Seri Tokoh Islam: Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah" yang ditulis oleh Endi Aulia Garadian dan Tati Rohayati, disebutkan bahwa secara nasab, nenek moyang Rahmah berasal dari Nagari Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Secara genetis, Rahmah berasal dari suku Sikumbang.[5]
↑Arsip Zainal Sutan Salim (yang diambil dari dalam arsip anggota Onderafdee Lingsraad Batipuh X Koto Padangpanjang), melalui —Ferry, Marefri (2011). "Asal Usul Kota Padang Panjang". Facebook. Diakses pada sekitar tahun 2017-2018.—