Yin Jiao digambarkan memiliki enam lengan dan tiga kepala dengan banyak tengkorak di lehernya dan sebuah lonceng emas di tangannya, Lonceng Jiwa Jatuh, yang ketika dibunyikan bisa membuat siapapun yang mendengarnya kehilangan jiwanya.
Fengshen Yanyi
Di Fengshen Yanyi, Yin Jiao merupakan pangeran mahkota Dinasti Shang. Karena membunuh Jiang Huan demi membalas dendam pembunuhan ibunya, Ratu Jiang, ia dan adiknya Yin Hong dijatuhi hukuman mati, tetapi mereka diselamatkan oleh orang bijak Guang Chengzi dan Chijingzi ketika keduanya melihat apa yang terjadi dan memanggil angin puting beliung untuk membuat kebingungan saat mereka ingin mengevakuasi kedua pangeran dan jadikan mereka sebagai murid mereka. Guang Chengzi mengangkat Yin Jiao sementara Chijingzi mengangkat Yin Hong.[1] Setelah beberapa puluhan tahun belajar, saat Yin Hong sudah cukup kuat, Guang Chengzi memberikannya Fantian Yin dan beberapa senjata lainnya dan meminta Yin Jiao untuk menolong Jiang Ziya dan Ji Fa. Namun saat dalam perjalanan, Yin Jiao dicuci otak oleh penyihir jahat Shen Gongbao yang menghasutnya untuk mendukung Raja Zhou dari Shang. Karena tidak memiliki pengalaman sosial, Yin Jiao menerima saran Shen Gongbao dan berperang melawan pasukan Raja Wu, bertentangan dengan keinginan gurunya Guang Chengzi. Akhirnya, ia sendiri dikalahkan oleh Guang Chengzi dan Jiang Ziya, dan dibunuh oleh Wu Ji.[2] Jiang Ziya setelah pertempuran mendewakan Yin Jiao sebagai dewa Taisui dan memimpin sebanyak 60 dewa.[3]
Dalam perintah pendewaan Yin Jiao sebagai dewa Taisui, teks perintah Jiang Ziya yang dilaporkan kepada Yuanshi Tianzun dan Daode Tianzun adalah sebagai berikut:
Er Yin Jiao yang dulu merupakan putra Raja Zhou. Dia begitu berdukacita atas meninggalnya ibunya, sehingga dia menyinggung raja dan ayahnya, dan hampir mengalami musibah yang tidak diharapkan. Kemudian, ia memperoleh pencerahan di sebuah gunung terkenal, tetapi ia memunggungi gurunya dan menentang kehendak langit, yang mengakibatkan malapetaka berupa dibajak dan dicangkul. Sekalipun Shen Gongbao yang menghasutmu, itu juga salahmu sendiri. Aku secara khusus menunjukmu, Yin Jiao, sebagai dewa Tai Sui, penguasa tahun ini, untuk menjaga tahun ini dan bertanggung jawab atas keberuntungan baik dan buruk di tahun ini. Anda harus melaksanakan tugas Anda dengan sungguh-sungguh dan selalu menghormati perintah baru.[4]
Sebagai dewa
Patung Yin Jiao di Kuil Longfeng di Houcuo, Zhunan
Di Taoisme, Yin Jiao merupakan pemimpin dari 60 dewa Taisui Xingjun. Yin Jiao tidak mengatur salah satu tahun di Ganzhi, dan setiap tahun ada salah satu dari 60 bawahannya yang mengatur tahun di Ganzhi. Di konteks ini, Yin Jiao dianggap sebagai Taisui Tongling Yin Yuanshuai (Komandan Taisui Jenderal Yin). Namun di Jepang dan adat Jepang, dewa-dewa Taisui dianggap sebagai satu dewa saja.[5][6][7]
Yin Jiao merupakan dewa yang jahat dan pembawa bencana, dan astrologis Tionghoa dikatakan memberikan perhatian khusus terhadap letak dimana Yin Jiao berada setiap tahun untuk menghindari bencana yang ia bawa. Ia disinkronkan dengan Feng (dalam 三教源流搜神大全 Yin Jiao dipahami sebagai gumpalan daging), dan di Jepang ia adalah salah satu dari Delapan Dewa Umum dalam Onmyōdō dan seorang Tatarigami.[5][6][7]
Pada Zaman Negara-negara Berperang, Taisui menjadi dewa yang populer dalam astrologi, namun tidak ada dokumen sejarah yang mencatat penyembahan terhadap dewa Taisui sebelum Dinasti Han, dengan catatan tertua ditemukan dalam Lunheng karya Wang Chong. Ada beberapa legenda yang berkaitan dengan Taisui, termasuk cerita dimana tokoh menghiraukan atau tidak menghormati Taisui dilanda bencana. Contohnya, di Taiping Guangji ada cerita bahwa sebuah rumah dimusnahkan dan keluarga yang menetap disana terbunuh karena mereka membangun ruang bawah tanah rumah tanpa menyadari bahayanya menggali Taisui sebagai gumpalan daging bawah tanah (Feng).
Di budaya populer
Di Fate/Grand Order, Taisui Xingjun adalah karakter pelayan kelas Alter Ego, makhluk kuat yang dipanggil. Seperti dalam beberapa tradisi cerita rakyat Tiongkok, ia disinkronkan dengan Feng.[8]