"Herzliebster Jesu" (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia "Yesus, Tuhanku, Apakah DosaMu?") adalah sebuah himne bahasa Jerman untuk Masa Sengsara, yang ditulis pada 1630 oleh Johann Heermann. Himne ini mula-mula diterbitkan dalam Devoti Musica Cordis di Breslau, dengan 15 bait yang terdiri dari 4 baris.[1] Sebagaimana terungkap dalam judul aslinya, himne ini didasarkan pada pemikiran Agustinus dari Hippo. Yang dimaksud adalah bab ketujuh buku "Meditationes Divi Augustini", yang saat ini diyakini sebagai karya Jean dari Fécamp.[2]
Melodi dan aransemen musik
Melodinya, yang tercatat sebagai Zahn No. 983, diciptakan sepuluh tahun kemudian oleh Johann Crüger. Komposisi ini pertama kali dipublikasikan dalam buku himne karya Crüger, Neues vollkömmliches Gesangbuch AugsburgischerConfession.[1][3]
Christian Fürchtegott Gellert juga menulis himne Sengsara versinya sendiri, "Herr, stärke mich, dein Leiden zu bedenkencode: de is deprecated " (Tuhan, kuatkan aku untuk merenungkan penderitaan-Mu), menggunakan melodi yang sama. Himne tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 1757.
Terjemahan bahasa Indonesia yang umum digunakan dibuat oleh Yamuger pada tahun 1979-1980. Terjemahan ini dimulai dengan baris "Yesus, Tuhanku, apakah dosa-Mu".
Teks asli dalam bahasa Jerman
Terjemahan Yamuger
Herzliebster Jesu, was hast du verbrochen, Daß man ein solch scharf Urteil hat gesprochen? Was ist die Schuld? In was für Missetaten Bist du geraten?
Yesus, Tuhanku, apakah dosaMu, hingga hukuman bagiMu berlaku? Durhaka apa sudah dituduhkan padaMu, Tuhan?