Membuka Akses Kesehatan
Pendampingan Kesehatan bagi Masyarakat
Dalam usaha mewujudkan masyarakat yang sehat, sangat perlu dilakukan program-program untuk menjamin bahwa masyarakat mampu secara mandiri menjaga kesehatan pribadi dan keluarganya, sehingga tidak perlu bergantung kepada layanan kesehatan yang mungkin sulit diakses ataupun tidak terjangkau.
doctorSHARE berupaya memberikan aneka jenis pendampingan kesehatan sebagai tindakan preventif. Tujuan utamanya adalah memberdayakan partisipasi aktif masyarakat sejak dini dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya supaya mereka terhindar dari risiko sakit.
Dalam mewujudkannya, doctorSHARE antara lain menjalin kerjasama dengan Care Channels International Indonesia (CCI Indonesia) dalam memberikan penyuluhan kesehatan warga Pasar Baru Tangerang, Kampung Sawah Semper, dan Cempaka Mas, Jakarta, sejak Februari 2010.
Penyuluhan disampaikan secara interaktif pada orang tua dan anak-anak terkait berbagai isu kesehatan mulai dari cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar, hingga penjelasan aneka ragam penyakit dan cara pencegahannya seperti demam berdarah, diare, HIV/AIDS, dan lain sebagainya.
Program pemdampingan ini dipadukan dengan akses sarana kesehatan seperti pengobatan cuma-cuma, pemberian makanan bergizi, vitamin, dan obat cacing.
Kampanye Medis
doctorSHARE aktif menurunkan laporan medis, buletin, dan artikel tentang masalah gizi dan kesehatan Indonesia untuk mengampanyekan masalah dan solusi kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Kampanye ini dilakukan secara langsung kepada masyarakat, melalui website, maupun media massa dan media sosial (Facebook, Twitter, Instagram).
Pengobatan Cuma-cuma & Bedah Mayor/Minor
doctorSHARE secara berkala melakukan kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat pra-sejahtera di berbagai tempat, baik di kota besar maupun di daerah terpencil. Sampai saat ini, pelayanan medis yang dilakukan terdiri dari pengobatan umum, bedah minor, dan bedah mayor. doctorSHARE merencanakan untuk menambah layanan kesehatan untuk pemeriksaan gigi dan mata.
Pada 2 Maret 2008 di Tegal, Jawa Tengah, tim doctorSHARE tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan "Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis dengan Jumlah Terbanyak (11.136 orang) pada waktu dan tempat yang sama". Pada 15 Oktober 2011, Tim DoctorSHARE kembali tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) bersama dengan BRIMOB POLRI dengan "Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis dengan Jumlah 12.580 pasien pada waktu dan tempat yang sama".[2][3]
Bantuan Kemanusiaan untuk Bencana
Secara geografis, Indonesia terletak di tiga lempeng benua yang menjadikannya rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Pengaruh pemanasan global juga terasa pada peningkatan level air laut di pulau-pulau dan meluasnya habitat nyamuk penyebab demam berdarah. Indonesia juga rentan bencana buatan manusia seperti kebakaran hutan, longsor, dan banjir.
Risiko konflik sosial berbau SARA juga kerap terjadi. Ketika bancana alam, bencana buatan manusia, dan konflik sosial terjadi, masyarakat yang paling rentan menjadi korban adalah mereka yang pra-sejahtera dan tidak punya akses ke layanan kesehatan.
doctorSHARE berupaya hadir pada hari-hari terawal setelah bencana dan konflik terjadi dengan aktif memberikan bantuan kemanusiaan berupa layanan medis dan emergensi bagi para korban bencana alam di seluruh penjuru Indonesia.
Tim yang tergabung dalam doctorSHARE antara lain telah melakukan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh, Sumatera Utara, Mentawai, Padang, Bengkulu, Jawa Barat, Jogjakarta; gunung meletus di Malang, Kediri, dan Sumatera Utara; longsor di Sulawesi dan Manggarai, Nusa Tenggara Timur; banjir di Jakarta, dan lain-lain.
Pada akhir tahun 2013, karena masifnya kerusakan yang diakibatkan oleh badai Haiyan di Filipina, doctorSHARE juga turut membantu negara tetangga Indonesia ini dengan mengirim tim medis ke wilayah yang belum terjangkau di Ilo-Ilo dan Tibiao.
Pemberdayaan Masyarakat
Panti Rawat Gizi
Therapeutic Feeding Centre (TFC) atau Panti Rawat Gizi (PRG) merupakan program untuk merawat anak-anak dengan status gizi buruk dan gizi kurang dengan penyakit penyerta yang bertujuan:
- Menangani masalah malagizi
- Memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tetapi terjangkau masyarakat
- Menjadi proyek percontohan bagi pengembangan TFC di daerah lain
- Membantu masyarakat meningkatkan status nutrisinya
Program yang dirancang pada TFC bertujuan untuk memperbaiki status gizi anak, mengobati penyakit penyerta, serta mengubah pola hidup orang tua (ibu atau wali) menjadi pola hidup bersih dan sehat. TFC doctorSHARE pertama berdiri tanggal 28 Maret 2009 berlokasi di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
TFC kedua berdiri pada 12 April 2009 berlokasi di Desa Loon, Pulau Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. pada TFC ini terdapat kapasitas ruang perawatan untuk 5-7 anak, di mana setiap anak didampingi oleh ibu atau wali yang mengasuh. Lama perawatan dirancang antara 28-90 hari, sampai status gizi anak meningkat.