Desa Wonoharjo Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri
Untuk kegunaan lain terkait tempat dengan nama sama, lihat Wonoharjo.
Desa Wonoharjo Kecamatan Wonogiri adalah salah satu Desa dari 251 Desa di Kabupaten WonogiriJawa Tengah yang mempunyai jarak ±10 km dari kota kabupaten, memiliki luas 554,99 Ha atau 55.49 Km². dengan Jumlah Penduduk 4.603 jiwa dengan penduduk laki-laki sejumlah 2.314 jiwa atau 50,27% dan jumlah penduduk perempuan sejumlah 2.289 atau 49,73% dari jumlah penduduk keseluruhan.[1]
Sejarah Desa
Sejarah Desa Wonoharjo di Kecamatan Wonogiri Kabupaten WonogiriJawa Tengah erat kaitannya dengan kejayaan ekonominya. Desa Wonoharjo dikenal dengan sebutan Mento-Toelakan pada masa penjajahan Belanda, ditandai dengan adanya perusahaan serat terbesar dan adanya pusat pasar di wilayah tersebut yang menarik berbagai etnis. Pada zaman Hindia-Belanda di di Desa Wonoharjo berdiri perusahaan Serat Nanas Agave terbaik dan terbesar pada masanya. Perusahaan itu bernama Cuultur-Maatschappij Mento Toelakan atau Onderneming Mento Toelakan, berdiri mulai 1897 hingga akhir 1940-an. Perusahaan ini menjadikan Desa Wonoharjo sebagai lahan perkebunan nanas agave dan produksinya diolah di Pabrik yang mampu menghasilkan serat dalam jumlah besar.[2]
Serat ini diekspor melalui jaringan perdagangan kolonial ke Eropa dan Asia. Produk utama adalah tali tambang, karung goni, dan bahan baku industri lainnya. Permintaan semakin meningkat karena serat agave dianggap kuat, tahan lama, dan lebih murah dibandingkan serat alami lain. Bahkan, pada masa Perang Dunia II, kebutuhan serat alam melonjak karena digunakan untuk perlengkapan militer, tali kapal, hingga peralatan logistik.[3]
Berdirinya pabrik serat ini menjadikan Mento-Toelakan sebagai pusat ekonomi di Wonogiri, bahkan sudah dilengkapi dengan listrik dan telepon pada masa itu, jauh sebelum Wonogiri Kota memilikinya. Kehidupan ekonomi yang menggeliat menarik berbagai etnis, terutama orang Jawa, Belanda (pemilik modal), dan China (pedagang) yang mendirikan ruko di sekitar pasar Desa. Hingga kejayaan pabrik tersebut berakhir pada akhir tahun 1940-an, yang disebabkan terjadinya Perang Dunia II dan Pendudukan Jepang, diperparah dengan kalah bersaingnya serat agave dengan serat sintetis (nylon dan polyester) yang lebih murah dan tahan lama, akhirnya meninggalkan jejak yang berbeda dari kondisi desa saat ini, ekonomi di Mento-Toelakan juga meredup. Banyak warga yang kemudian memilih untuk merantau mencari penghidupan, seperti yang terlihat pada kondisi desa saat ini.[3]
Letak dan Luas Wilayah
Balai Desa Wonoharjo Kecamatan Wonogiri
Secara administratif , Secara geografis Desa Wonoharjo sendiri terletak di perbatasan dengan:[4]
Sebelah Selatan : Desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri[4]
Sebelah Barat : Desa Wonokerto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri[4]
Secara astronomis Desa Wonoharjo terletak antara 7074’ dan 7077’ Lintang Selatan (LS) dan antara 110094’ dan 110097’ Bujur Timur (BT) dan secara topografis Desa Wonoharjo mempunyai ketinggian ± 172 m dari permukaan laut. sebagian besar tanahnya berupa tegalan, dengan + 20% bagian wilayah merupakan tegalan kering (tanpa saluran irigasi), terutama yang berada di wilayah utara Desa. Sebagian besar topografi tidak rata dengan kemiringan rata-rata 100, sehingga terdapat perbedaan antara kawasan yang satu dengan kawasan lainnya yang membuat kondisi sumber daya alam saling berbeda.[4]
Sesuai dengan letak geografisnya, Desa Wonoharjo dipengaruhi iklim daerah tropis yang dipengaruhi oleh angin muson dengan 2 musim, yaitu musim kemarau pada bulan April – September dan musim penghujan antara bulan Oktober – Maret.[4]
Persawahan dengan saluran irigasi di Desa Wonoharjo Kecamatan Wonogiri
Adapun penggunaan lahan di wilayah Desa Wonoharjo, sebagian besar digunakan untuk tegalan, persawahan dan permukiman. Pengolahan lahan untuk persawahan kebanyakan di daerah dataran yang dekat dengan sumber air saluran irigasi maupun sungai. Selain untuk persawahan dan perumahan warga, lahan di Desa Wonoharjo dipergunakan sebagai tegalan/perkebunan yang ditanami dengan jenis tanaman holtikultura seperti ketela pohon, jagung, kacang tanah, ketela rambat, kedelai, sebagian kecil jenis tanaman sayuran seperti bawang merah, cabai, tomat, dll serta penanaman pohon kayu keras. Adapun varietas tanaman kayu keras yang dapat tumbuh dengan baik di Desa Wonoharjo yaitu pohon jati, sengon, jambu mete, sonokeling, mahoni, akasia, kelapa, balsa, jabon dan berbagai jenis bambu.[4]
Pembagian wilayah
Desa Wonoharjo terbagi atas sejumlah 14 RW dan 28 RT yang tersebar di beberapa wilayah Dusun, antara lain: