Menurut sejarah, Wonodri adalah tempat bersemayam Mbah Rukminah dan Rukmini, adik-adik tiri Ki Ageng Pandan Arang. Makam mereka terletak di Jalan Singosari, dan di dekat makam tersebut terdapat sebuah sumur yang konon digunakan oleh Sunan Kalijaga saat beliau mengunjungi Semarang. Pada zaman Hindia Belanda, sebagian besar wilayah Wonodri digunakan sebagai tempat pemakaman Tionghoa bernama Tegalwareng. Dikarenakan desakan pemukiman dan aktivitas komersial pada awal abad ke-20, makam tersebut digusur dan hanya menyisakan beberapa peninggalan, seperti gapura di dekat SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dan Klenteng Thio Thiam Tjong di Tegalsari.[2][3]